Aisyiyah Berikan Pendampingan Anak-Anak Terdampak Bencana di NTB dan Palu

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 07 Januari 2019 13:37 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PALU - Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noodjannah Djohantini mengatakan, bencana yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia tidak saja menyebabkan timbulnya korban jiwa ataupun menimbulkan kerusakan rumah dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan trauma yang luar biasa, terutama bagi anak-anak.

Menanggapi situasi bencana yang terjadi, Noordjannah berharap 'Aisyiyah tidak hanya memberikan bantuan logistik kepada masyarakat di daerah bencana tetapi juga melakukan kegiatan psikososial recovery trauma paska bencana.

"Anak-anak Indonesia merupakan aset negara, generasi penerus bangsa, oleh karena itu perlindungan anak perlu menjadi perhatian khusus. Sehingga penanganan pasca bencana melalui program psikososial harus menjadi fokus kegiatan dan perlu dilaksanakan," jelas Noordjannah seperti dikutip dalam rilis yang diterima redaksi Muhammadiyah.id pada Senin (7/1).

Sekretaris Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah menyampaikan, hingga saat ini 'Aisyiyah sudah melakukan kegiatan psikososial recovery trauma paska bencana bagi murid-murid Sekolah Dasar di daerah NTB dan Palu yang bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sampai saat ini 'Aisyiyah sudah melakukan kegiatan psikososial paska bencana bagi 1200 murid SD di Lombok Utara dan 1500 murid SD di Palu," papar Tri.

Pada pelaksanaan kegiatan psikososial, Tri menyampaikan bahwa tim relawan yang juga terdiri dari psikolog dan pakar edutainment menemukan berbagai kondisi anak-anak akibat dampak bencana.

“Bekerjasama dengan puluhan relawan, 'Aisyiyah ingin menangani kegelisahan, kekuatiran, ketakutan, trauma yang dialami oleh anak-anak yang terdampak bencana gempa bumi dengan memberikan pelayanan psikososial." Dampingan psikologis dan memberikan kegembiraan dalam proses pembelajaran melalui edutainment menurut Tri menjadi salah satu faktor penting dalam pelayanan psikososial yang dilakukan ‘Aisyiyah.

Tim ‘Aisyiyah melakukan beberapa kegiatan seperti merancang Imajinasi, memunculkan kepercayaan diri anak, menghilangkan kecemasan yang berlebihan, membangun perasaan positif, mengurangi ketegangan, kecemasan, dan terhadap symbol-simbol peristiwa bencana.

“Kami juga berupaya mengembalikan fokus serta meningkatkan imajinasi dan ekspresi anak yang semuanya dilakukan dalam konsep permainan yang menyenangkan,” jelas Tri.

"Harapan kami dengan adanya kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas hidup anak dengan mengembalikan kondisi psikologis yang ceria, bahagia dan penuh harapan pasca bencana,” imbuhnya.

Sumber: (Suri)

Shared:
Shared:
1