Tanwir Muhammadiyah Bengkulu, Beragama yang Mencerahkan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 04 Januari 2019 15:18 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengadakan tanwir pada 15-17 Februari 2019 di Bengkulu. Kegiatan tanwir tersebut, mengangkat tema "Beragama yang Mencerahkan" .
 
Berkenaan dengan tema tersebut, Abdul Mu'ti Sekretaris Umum PP Muhammadiyah mengatakan, pemilihan tema tersebut berangkat dari adanya gejala, bahkan realitas, di mana agama seringkali dijadikan instrumen kekuasaan, alat memecah belah, dan komodifikasi politik. 
 
"Saat ini, seolah agama mengalami gejala peluruhan dan adanya gejala segregasi atau disparitas antara kesalehan spiritual dengan moralitas," ujarnya ketika dihubungi pada Jum'at (4/1).
 
Sehingga, Mu'ti menambahkan, Muhammadiyah ingin mengajak  semua elemen bangsa senantiasa saling menghormati, menjaga toleransi, dan bekerjasama. 
 
"Muhammadiyah berkomitmen untuk memperkuat keberagamaan dan menjadikan agama sebagai sistem ajaran dan sumber nilai yang mencerahkan, mencerdaskan, menggerakkan, dan mempersatukan umat dan bangsa dalam mewujudkan cita-cita mulia Indonesia sebagai negara yang adil dan makmur, baldatun thayibatun wa rabbun ghafur,"  tuturnya. 
 
Sementara berkenaan dengan pemilihan lokasi tanwir, Mu'ti menjelaskan bahwa terpilihnya Bengkulu sebagai lokasi penyelenggaraan tanwir karena Bengkulu belum pernah menjadi tuan rumah Tanwir dan Muktamar Muhammadiyah. 
 
"Selain itu, Bengkulu juga memiliki kaitan sejarah Muhammadiyah dan nasional, terutama dalam kaitannya dengan pemerintah darurat di mana Bung Karno diasingkan. Bung Karno sebagai presiden juga sebagai Konsul Pendidikan Muhammadiyah. Kemudian, di Bengkulu juga terdapat  amal usaha yang berkembang pesat dan kepemimpinan Muhammadiyah yang solid, khususnya di tingkat wilayah," pungkas Mu'ti.
Shared:
Shared:
1