Psikologi UMM Diharap Miliki Kecakapan dalam Memanfaatkan Media Baru

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 04 Januari 2019 11:00 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, MALANG - Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) cetak lulusan andalan melalui psikologi terapan dengan menempatkan mahasiswa untuk dihadapkan dengan kasus nyata seputar kajian psikologi.

Salis Yuniardi, Dekan Fakultas Psikologi UMM mengatakan ciri khas dari fakultas psikologi UMM adalah penerjunan mahasiswa untuk menangani kasus di komunitas. Dengan kajian utama psikologi yang memiliki kaitan dengan problem sampah, kemiskinan, pendampingan rumah sakit jiwa, dan psikososial di daerah terdampak bencana.

“Mahasiswa Fakultas Psikologi UMM akan lebih banyak diterjunkan pada setting pendidikan, setting sosial, dan setting industri. Karya mahasiswa dari ketiga setting itu, akan diseleksi dan disaring untuk diganjar apresiasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima tim  Muhammadiyah.id pada Jum’at (4/1)

Karya hasil dari penerjunan mahasiswa tersebut kemudian dipamerkan dalam karya akademisi sebagai wujud produktif berkreasi, yang didalamnya berisi temuan-temuan dan kajian seputar psikologi.

Salah satu temuan menarik dalam pameran tersebut ialah tentang manfaat sholat dalam menurunkan agresifitas. Agrsifitas adalah tindakan merusak melalui kekerasan fisik maupun verbal dengan sengaja. Temuan ini dipaparkan oleh mahasiswa semester 3, Fakultas Psikologi UMM.

Dalam penelitian itu memaparkan bahwa, seorang yang secara teratur menjaga sholatnya akan lebih cenderung untuk tidak agresif. Karena didalam sohlat terkandung maksud sebagai waktu meditasi, pelepasan emosi, kontrol diri, cinta, kasih, serta komitmen dan disiplin.

Dengan model pembelajaran seperti ini, Salis beraharap mahasiswanya akan lebih siap menghadapai dunia selepas lulus dari bangku kuliah. Serta memiliki kecakapan dalam memanfaatkan media baru yang akan dunianya nanti.

"Mahasiswa kita juga paham cara kerja zaman milenial. Di mana mereka memanfaatkan media komunikasi kekinian. Dengan begitu, daya serap yang masuk industri, pendidikan, instansi bahkan entrepreneurship begitu tinggi," pungkasnya.(a’n)

Sumber: Humas UMM

Shared:
Shared:
1