MPM Berdayakan Nelayan di Wonokerto Pekalongan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 03 Januari 2019 14:03 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN - Terpacu tingkatkan kesejahteraan nelayan, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah akan berdayakan kelompok nelayan di Kampung Nelayan Wonokerto Kulon, Kecamatan Wonokerto, Pekalongan.

Muhammad Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah mengatakan, nelayan sering dipinggirkan dan dianggap sebagai profesi yang kurang menguntungkan. Sehingga mereka perlu untuk digandeng dan berdayakan. Selain itu, nelayan merupakan salah satu profesi yang menopang kedaulatan pangan Indonesia selain dari pertanian dan peternakan.

“Nelayan miliki jasa besar bagi kedaulatan pangan negara dan juga bagi generasi bangsa yang akan datang, karena ikan hasil tangkapan mereka banyak mengandung protein yang baik untuk kecerdasaan anak-anak kita. Tapi sayang, keberadaan mereka sering terlupakan. Bahkan cenderung diabaikan,” ungkap Yamin saat ditemui tim Muhammadiyah.id pada Rabu (2/1)

Karena posisi mereka yang lemah atau bahkan dilemahkan, nelayan masuk dalam kategori mustadh’afin. Maka, Muhammadiyah harus ada untuk memberdayakan dan membebaskan mereka dari belenggu yang mengekangnya.

“Dengan memanfaatkan jaringan organisasi kita yang berada mulai dari pimpinan pusat sampai cabang dan ranting, kita harus bisa hadir untuk mereka kelompok-kelompok yang lemah atau dilemahkan,” tambahnya.

Dalam pemberdayaan nelayan di Kampung Wonokerto Kulon, MPM PP akan mengandeng Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokerto dan juga MPM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan.

Sebelum menentukan titik fokus garapan, Yamin menyampaikan bahwa perlu untuk dilakukan assement awal sebagai basis data dan profiling kelompok yang akan diberdayakan.

Ia menjelaskan, pemberdayaan tidak bisa di lakukan dengan data yang berasal dari terkaan atau asumsi. Maka perlu bagi seorang pemberdaya untuk datang langsung guna mengamati keadaan real mereka, dalam hal ini nelayan.

Yamin mengkaui, di MPM PP Muhammadiyah masih kekurangan prototipe atau bahan percontohan pemberdayaan terhadap nelayan yang bisa direplikasikan oleh MPM daerah dalam pemberdayaan nelayan di masing-masing daerahnya.

“Kedepan, setelah terrealisasikannya pemberdayaan kepada kelompok nelayan ini. MPM bisa membuat baha percontohan yang kemudian didistribusikan keseluruh MPM di daerah-daerah guna direplikasikan dalam kegiatan pemberdayaan nelayan.” Tandasnya.

Bahan percontohan pemberdayaan nelayan merupakan hal yang penting, mengingat Indonesia memiliki luas lautan 3,25 juta km2,  dari luar keseluruhan wilayah Indonesia 7,81 km2. Sedangkan luas daratan hanya 2,01 juta km2. (a'n)

Shared:
Shared:
1