Murid di Yogya Gurunya Mengajar dari Jerman

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 04 Mei 2011 01:57 WIB

Hari itu , Jumat 29 April 2011, untuk kesekian kalinya satu kelas siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta belajar dengan dibimbing seorang ‘guru’ yang berada di Jerman. Kali ini mereka belajar Bahasa Inggris. Dan, guru mereka adalah native speaker berkebangsaan Canada yang tengah study lanjut di Jerman, Janine namanya. Selain siswa SMA Muha (sebutan untuk SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta) beberapa siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditemani guru mereka dan siswa-siswi dari SMA Negeri 1 Sungailiat Bangka yang tengah mengikuti program pertukaran pelajar, juga mengikuti kelas bahasa Inggris jarak jauh tersebut.

Kegiatan belajar secara teleconference ini terlaksana berkat kerja sebuah gerakan bernama 1000guru (lihat www.1000guru.net) . Gerakan 1000guru diselenggarakan antara lain untuk mengatasi salah satu permasalahan mendasar dari pendidikan dasar-menengah di Indonesia yaitu "kekurangan guru", baik dari sisi kuantitias, kualitas, maupun penyebaran, dengan memanfaatkan kelimpahan sumber daya manusia yang tersebar di bidang-bidang non-pendidikan dasar-menengah dan yang tersebar di seluruh penjuru planet bumi. Mayoritas relawan guru adalah mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi lanjut di luar negeri. Selain itu, mereka juga mengajak teman-teman luar negeri mereka yang peduli terhadap masalah pendidikan untuk bergabung. Seperti Janine, yang kali ini ber-teleconference dengan siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, adalah teman dari Muhammad Ali Imron, salah satu relawan 1000guru yang hadir secara langsung di SMA Muha.

Muhammad Ali Imron, koordinator Gerakan 1000guru, yang belum lama menyelesaikan studi S3 di Dresden Jerman dan telah kembali ke almamaternya di Fakultas kehutanan UGM, sangat antusias ketika disodori oleh Website Muhammadiyah.or.id sebuah buku tebal Profil 1 Abad Muhammadiyah yang berisi daftar ribuan sekolah Muhammadiyah. Alumni SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta (Sekolah Dasar yang pertama kali didirikan KHA Dahlan) ini berharap gerakan 1000guru ini dapat disambut oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah. Beberapa sekolah Muhammadiyah memang telah bekerjasama dengan Gerakan 1000guru dalam proses belajar jarak jauh ini.

Dalam kesempatan tersebut, pesilat Tapak Suci yang pernah melatih Tapak Suci di Jerman ini menyampaikan, sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ingin bekerja sama dengan Gerakan 1000guru dapat menghubungi dia maupun relawan guru lainnya melalui e-mail yang ada di website Gerakan 1000guru (www.1000guru.net). Sangat mudah untuk menyelenggarakan proses belajar-mengajar memanfaatkan teknologi informasi ini, dengan fasilitas Skype pada jaringan internet, ditopang layar besar LCD dan sound system untuk pelantang suara, serta tentu saja jaringan internet yang memadai, siswa-siswi sekolah kita bisa belajar dari kakak-kakaknya dan teman-teman kakak-kakaknya yang tengah studi jauh di luar negeri sana. Mereka bisa belajar apa saja, bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Jepang, sains, teknologi, dan sebagainya yang disediakan oleh Gerakan 1000guru. [Ad]

Shared:
Shared:
1