BTM Pekalongan Tingkatkan Pelayanan Melalui Penetrasi Pasar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 03 Januari 2019 09:57 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN –  Meskipun kondisi ekonomi nasional di awal tahun 2019 belum begitu kondusif secara makro ekonomi, tapi semua itu tak memberikan rasa surut bagi Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Pekalongan Jawa Tengah dalam meningkatkan pelayanan.

Hal itu terbukti pada, Rabu (2/1), membuka kantor layanan baru  di Kajen Pekalongan, dengan disaksikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mulyono Kastari, anggota dan  seluruh masyarakat di Pekalongan.

Ketua KSPPS BTM Pekalongan, Akhmad Sahowi dalam sambutannya di acara pembukaan kantor layanan BTM Kajen, mengatakan, hadirnya kantor tersebut sebagai bagian dari implementasi rapat kerja BTM Pekalongan yang telah disusun sebelumnya. Dimana BTM Pekalongan harus bisa hadir ditengah –tengah warga Muhammadiyah dan masyarakat, baik ditingkat cabang maupun ranting Muhammadiyah.

“Dengan demikian sebagai rasa tanggung jawab BTM dalam menjalankan pilar ketiga, yakni ekonomi,”ucapnya.

Selain itu, lanjut Sahowi, keberadaan dari kantor layanan BTM Kajen, sebagai bagian dari konsolidasi keuangan mikro Muhammadiyah dan amanah dari Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) Induk BTM. Dia berharap dengan adanya 12 cabang BTM di seluruh Pekalongan akan mempercepat integrasi BTM di Pekalongan yang telah dijalankan sebelumnya dalam merger.

BTM Pekalongan sejauh ini menjadi barometer bagi BTM di Jawa Tengah dalam konsolidasi merger keuangan mikro, karena BTM Pekalongan pertama kali melakukan merger. Hal ini telah mendorong bagi BTM lain seperti Batang, Pemalang dan  Banjarnegara untuk melakukan hal serupa.

“Dengan adanya merger memberikan keuntungan tersendiri bagi BTM, diantaranya adalah aset BTM akan lebih besar, pengawasan dan evaluasi akan mudah karena terintegrasi, penguatan sumber daya insani dan karir, serta akan meningkatkan kualitas pelayanan. Inilah alasan mengapa kami melakukan merger BTM di tahun yang lalu,” ucapnya.

Sementara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan Mulyono Kastari di acara tersebut menyambut positif langkah yang dilakukan oleh BTM Pekalongan dengan membuka kantor layanan BTM Kajen. “Dengan adanya kantor layanan tersebut mempermudah bagi warga dan masyarakat untuk berinteraksi dengan ekonomi syariah dan sekaligus untuk kemudahan dalam akses pembiayaan modal kerja. Dengan demikian sektor riil akan bergerak dan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Selain itu, Mulyono menghimbau kepada warga Muhammadiyah agar memanfaatkan keberadaan BTM. Apalagi BTM adalah amal usaha Muhammadiyah berupa lembaga keuangan mikro syariah yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Muktamar. Maka dari itu, dalam semangat ukhuwah dan berjamaah, Mulyono berharap warga Muhammadiyah ber-BTM agar ekonomi umat kuat.

”Semoga strategi ini akan menguatkan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban ekonomi umat,” tutupnya. (Syifa)

Sumber : Agus Yuliawan

 

Shared:
Shared:
1