Tim Kesehatan Muhammadiyah Layani Warga Terdampak Tsunami Selat Sunda di Posko Kemensos

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 30 Desember 2018 14:54 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTEN -- Kementerian Sosial Republik Indonesia membuka sebuah posko pengungsian bagi warga terdampak tsunami Selat Sunda di sebuah lapangan futsal di Desa Rantaceureup, Kecamatan Labuhan, Pandeglang, Banten. Posko ini menampung warga desa di pesisir pantai sekitar Labuhan yang terdampak tsunami pada tanggal 22 Desember silam.

Warga terdampak yang mengungsi di posko ini berjumlah sekitar 552 orang. Sebagian besar warga terdampak langsung tsunami, namun ada juga warga yang mengungsi karena takut dampak cuaca di pesisir pantai yang akhir-akhir ini memang buruk.

Seperti yang dialami oleh Ibu Isa (32 tahun) asal Kampung Baru, Labuhan, dia mengungsi karena takut cuaca buruk yang tak menentu melanda kampungnya. Bersama keempat anaknya, bahkan yang bungsu baru berumur 5 hari, Ibu Isa mengungsi karena kondisi rumahnya mengkhawatirkan saat terjadi angin ribut yang beberapa kali melanda kampungnya.

“Saya terpaksa mengungsi karena cuaca buruk di kampung kami. Rumah kami hanya terbuat dari papan yang sempat lepas saat terjadi angin ribut beberapa hari lalu, sementara saya punya anak kecil umur 5 hari. Saya merasa lebih aman disini” katanya saat ditemui Sabtu (29/12).

Di posko pengungsian tersebut Ibu Isa dan warga terdampak lainnya mendapat layanan kesehatan dari tim Disaster Medic Comitte (DMC) Rumah Sakit Islam (RSI) Jakarta, Cempaka Putih yang tergabung dalam tim kesehatan Muhammadiyah Disaster Manajemen Centre (MDMC) PP Muhammadiyah dibawah koordinasi Dokter Corona Rintawan.

Tim medis ini berjumlah 7 orang yang terdiri dari 1 dokter, 4 perawat dan 2 tenaga farmasi dipimpin oleh Dokter Syilvianti.

Tim medis ini bertugas melayani pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak yang mengungsi di lapangan futsal tersebut dari tanggal 24 – 30 Desember 2018. 

Tim DMC RSI Jakarta Cempaka Putih melayani warga terdampak di posko pengungsian lapangan futsal Desa Rantaceureup, Labuhan,

“Kami bertugas sampai tanggal 30 Desember dan nanti akan digantikan tim dari RSI Muhammadiyah Kendal,” kata Dokter Syilvianti.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim ini juga menyediakan obat-obatan bagi warga terdampak. Selama tujuh hari di pengungsian, umumnya warga mengeluhkan gangguan ISPA, gatal-gatal, demam dan ada pula hipertensi. Warga juga mendapat pendampingan psikososial dari berbagai organisasi dan lembaga yang melaksanakan tugas bergantian. (Syifa)

Sumber : Sapari

Shared:
Shared:
1