Komitmen Cak Nanto Membawa Muhammadiyah Kembali pada Khittahnya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 29 Desember 2018 13:04 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - "Saya tidak punya darah Muhammadiyah, tapi berhutang budi pada Muhammadiyah," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah masa bakti 2018-2022 Sunanto sambil berlinangan airmata saat mengisi pidato iftitah dalam acara pelantikan pengurus PP Pemuda Muhammadiyah 2018-2022, Jumat (28/12).
 
"Muhammadiyah yang mengantarkan saya ke sini. Seharusnya saya menjadi nelayan, petani di kampung. Tapi Muhammadiyah memberi harapan," sambung Cak Nanto, begitu panggilan akrabnya. 
 
Dirinya menegaskan bahwa sebagai independen perjuangannya telah dia bangun sejak lama, sembari membantah berbagai tuduhan miring yang dialamatkan kepadanya. Sunanto juga berterimakasih kepada Dahnil Anzar Simanjuntak yang telah menghidupkan kembali Pemuda Muhammadiyah sampai sebesar ini.
 
"Pemuda Muhammadiyah mengajak pada komitmen kebangsaan. Menghimbau pemerintah sepenuh jiwa berjuang untuk rakyat. Pemuda Muhammadiyah berusaha mengajak berpikir panjang ke mana arah bangsa, bukan berpikir pendek siapa yang mengurusnya.Semangat maju bersama membangun bangsa," ujar Sunanto.
 
Dalam ranah persyarikatan, Sunanto menyampaikan bahwa berusaha mengembalikan warga Muhammadiyah ke khittahnya untuk mentaati keputusan Persyarikatan.
 
"Saya rasa Muhammadiyah kehilangan ruhnya. Instruksi PP Muhammadiyah sering tidak diikuti. Saya akan kembalikan karena jika tidak, gerakan Islam modern ini kehilangan arahnya," ungkap Sunanto.
 
Acara pelantikan yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta tersebut juga dihadiri oleh Ketua KPU Arif Budiman, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Afandi)
Shared:
Shared:
1