Tapak Suci Perlu Dilestarikan Sebagai Bentuk Bela Negara

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 24 Desember 2018 10:27 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, KARANGANYAR – Pada penghujung tahun 2018 Pimpinan Daerah 055 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) ke-XVI yang diikuti oleh 633 peserta dengan mempertandingkan 528 partai. Kejuaraan yang berlangsung pada Sabtu (22/12/18) ini bertempat di Gedung Olahraga (GOT) RM. Said Karanganyar.

Kejuaraan tingkat daerah dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono ditandai dengan penancapan Kosegu, yakni sebuah senjata yang menjadi ciri khas Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan turut disaksikan secara langsung oleh  Wakil Bupati dan Forkompimda, Ketua KONI, Ketua PDM Kabupaten Karanganyar, Ketua Perguruan Pencak Silat se-Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menyambut baik diadakannya kejurda Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Kabupten Karanganyar.

“Kami dari pemerintah menyambut baik dan berterima kasih diadakannya kegiatan seperti ini sekaligus kami mendukung diwajibkannya kegiatan Tapak Suci di sekolah-sekolah Muhammadiyah Karanganyar. Pencak silat yang salah satunya adalah Tapak Suci sebagai produk olah raga asli Indonesia yang telah diakui oleh dunia harus dilestarikan sebagai salah satu bentuk bela negara,” katanya dalam sambutan.

Bupati Juliyatmono juga berharap agar anggota Tapak Suci benar-benar bisa menjadi kader umat, kader persyarikatan Muhammadiyah dan kader bangsa yang siap berkontribusi dengan bekal ilmu dan iman.

Ketua PDM Kabupaten Karanganyar, Muh. Samsuri memberikan pesan dalam sambutannya terkait keberadaan anggota Tapak Suci di masyarakat, dengan menyitir salah satu pesan Nabi SAW mengingatkan ‘jangan sampai banyaknya tenaga keamanan disuatu negeri justru menimbulkan kekhawatiran’.

 “Seluruh anggota Tapak Suci hendaknya bisa menimbulkan ketentraman diamanapun berada, bukan menjadi ancaman masyarakat baik saat berlatih maupun bermasyarakat jangan menimbulkan keresahan,” katanya.

Samsuri juga mengaskan, bahwa tolak ukur kekuatan bukan pada kerasnya otot, tetapi kekuatan iman dan akhlak baik yang menjadi tolak ukur kekuatan anggota Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Berdasarkan informasi ketua Pimpinan Daerah 055 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar, Ridho Prabowo saat ini di daerahnya sudah ada sejumlah 43 cabang Tapak Suci.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia Kabupaten Karanganyar, Rusdianto yang juga mantan Ketua Pimda Tapak Suci Kabupaten Karanganyar meyampaikan sudah banyak prestasi yang diperoleh perguruan Tapak Suci Karanganyar ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

“Salah satu yang prestasi  nasional yang berhasil yaitu atas nama Kelvin Farid Fadilah sedangkan di tingkat Provinsi juara PORPROV atas nama Anisa Nugrahaningtyas untuk prestasi tingakat Kabupaten Tapak Suci adalah juara umum pada kontestasi pencak silat IPSI,”ungkapnya. (Andi)

Sumber: Mas Joe MPI PDM Karanganyar

Shared:
Shared:
1