LSBO Luncurkan Film Sejarah Muhammadiyah Perjuangkan Emansipasi Perempuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 23 Desember 2018 05:42 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan  film berjudul "9 Putri Sejati" melalui acara nonton bareng (nobar) di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta Pusat, Sabtu (22/12).
 
Film "9 Putri Sejati" adalah film kedua LSBO yang mengangkat sejarah mengenai peranan Muhammadiyah sebagai pelopor dalam memperjuangkan emansipasi dan kesetaraan hak perempuan di Indonesia.
 
Sembilan perempuan yang menjadi pelopor itu berjuang dalam wadah organisasi perempuan pertama di Hindia Belanda bernama Sopo Tresno yang kemudian berganti nama menjadi 'Aisyiyah.
 
Ketua LSBO Sukriyanto menyatakan Muhammadiyah melalui LSBO bergerak di bidang film untuk meluaskan lahan dakwah sekaligus merumuskan reformasi budaya.
 
"Mereformasi budaya yang kurang pas agar menjadi lebih baik sekaligus sebagai kontribusi Muhammadiyah untuk bangsa. Di bidang budaya LSBO sudah menghasilkan 180 lagu anak-anak dan bentuk lainnya seperti cerpen, dan lainnya," ungkap Sukriyanto.
 
Mengenai isi film, Sukriyanto mengungkapkan bahwa film ini mengangkat tokoh-tokoh yang tidak disorot sejarah tetapi jasanya luar biasa dalam membebaskan perempuan dari pengkerdilan peran yang sebatas sumur, kasur, dapur dan konco wingking.
 
"Di situ Kyai Dahlan menggagas, jika bangsa Indonesia mau maju yang maju bukan laki-laki tapi perempuan. Film pertama LSBO tentang Kyai AR Fahruddin. Rencana film selanjutnya adalah Kyai Dahlan dan Insinyur Djuanda. Perjuangan besar Muhammadiyah harus ditampilkan," imbuhnya.
 
Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad menyatakan gembira dengan terobosan LSBO.
 
"Saya kira ini salah satu upaya dakwah, ini kita gunakan sebab dulu-dulu tidak terpikir bahwa dakwah melalui film sangat efektif. PP Muhammadiyah sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh LSBO," ungkapnya.
 
LSBO dalam 9 Putri Sejati ini turut menggandeng beberapa seniman seperti Arif Rahman sebagai Sutradara dan Adhit Jikustik sebagai penanggungjawab aransemen. 
 
Selain itu, film yang akan dipasarkan melalui nobar di seluruh Indonesia ini tercipta berkat kerjasama dengan beberapa pihak pendukung seperti Unisa, Sabdo Paloh, Pop Up Cinema, Mixpro, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). (Afandi)
Shared:
Shared:
1