Momen 90 Tahun Kongres Perempuan dan Hari Ibu Nasional, LSBO Luncurkan Film "9 Putri Sejati"

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 22 Desember 2018 18:17 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO)PP Muhammadiyah meluncurkan film tentang kisah perjuangan sembilan perempuan dalam mendirikan ‘Aisyiyah yang berjudul ‘Sembilan Putri Sejati’.

Film ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu Nasional bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta, Sabtu malam nanti (22/12).

“Peluncuran film Sembilan Putri Sejati ini diawali di Jakarta dan Banyuwangi. Peluncuran film ini dilakukan bertepatan dengan 90 tahun peringatan Kongres Nasional Perempuan Indonesia,” kata Sukriyanto AR, Ketua LSBO PP Muhammadiyah kepada redaksi Muhammadiyah.id.

Nonton bareng film ini akan dihadiri oleh warga Muhammadiyah di DKI Jakarta, baik sekolah dan unsur amal usaha Muhammadiyah lainnya.

Menurut Sukriyanto, kisah perjuangan perempuan terutama dalam organisasi ‘Aisyiyah dalam memperjuangkan hak-haknya sejak 90 tahun yang lalu itu perlu ditampilkan dalam bentuk film.

“Organisasi ‘Aisyiyah sendiri sudah lama terbentuk sebelum kongres perempuan. Film ini berpesan tentang Kemerdekaan perempuan dari budaya Jawa konco wingking, yang mengurus sumur, dapur, Kasur (teman belakang yang membantu masalah rumah tangga),” ungkapnya.

Pada tahun 1914, Muhammadiyah sudah mempelopori kemajuan perempuan dengan menyekolahkan perempuan di sekolah umum. Tidak berhenti di sana, Muhammadiyah juga mendirikan dan mengembangkan sekolah.

Muhammadiyah berpandangan dengan memerdekakan perempuan dapat bersama-sama membantu memajukan bangsa Indonesia.

“Tanpa perempuan yang merdeka, ya negara ini mungkin sulit untuk maju, tapi dengan perempuan yang merdeka juga Muhammadiyah terlibat memberikan dasar-dasar kemasyarakatan dan kebangsaan kepada masyarakat Indonesia dapat membantu perempuan yang merupakan separuh dari penduduk Indonesia agar berkembang sesuai zamannya,” jelas Sukriyanto.

Sukriyanto berharap kedepannya setelah menonton film ini masyarakat dan khususnya warga Persyarikatan dapat lebih kreatif dan visioner seperti KH Ahmad Dahlan.

“Memiliki pemikiran yang berkemajuan sudah dimiliki Muhammadiyah sejak zaman dulu yakni 90 tahun yang lalu sehingga bangsa ini juga harus berpikir ke depan”, jelasnya.

Sukriyanto menambahkan warga Persyarikatan dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari film Sembilan Putri Sejati ini di antaranya pendidikan karekter bagi generasi masa kini.

“Tentunya tujuannya berdakwah dan mengajarkan pendidikan karakter kepada masyarakat maka bagi warga Persyarikatan yang ingin menonton film ini bisa menghubungi langsung LSBO PP Muhammadiyah”, kata dia. (Syifa)

Shared:
Shared:
1