SD IT Muhammadiyah Gunung Terang Bandar Lampung Ajak Siswa Jadi Kader Heroik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 17 Desember 2018 13:53 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, Yogyakarta—Tidak ingin hanya matang di teori mata pelajaran Al Islam dan Ke-Muhammadiyahan, Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu (IT) Muhammadiyah Gunung Terang Bandar Lampung silaturahmi langsung ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Jl. Cik Di Tiro No.23, Terban, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Senin (17/12).

Ditemui seusai acara, Kepala Sekolah SD IT Muhammadiyah Gunung Terang, Andri Satriawan menyampaikan bahwa, momen libur akhir tahun yang digunakan untuk menikmati wisata di Yogyakarta tidak di sia-siakan hanya mengunjungi tempat wisata saja.

Study Tour selama lima hari di Jogja, kami manfaatkan untuk mengenalkan anak-anak kita kepada Muhammadiyah secara langsung ke kantor PP Muhammadiyah. Sehingga bukan hanya kuat soal pemahaman dari teori, tapi juga mengetahui langsung aktivitas di Muhammadiyah.” Ungkapnya

Rombongan yang berjumlah 75 siswa terdiri dari kelas 5 dan 6 ini, rencananya akan berada di Yogyakarta mulai tanggal 16 sampai 20 Desember mendatang.

“Acara ini merupakan acara rutin yang kita selenggarakan, akan tetapi pada kunjungan tahun ini kami khusus menambah kunjungan ke Kantor PP Muhammadiyah. Supaya semangat anak-anak dalam ber-Muhammadiyah meningkat dan bisa mengambil manfaat dari cerita-cerita heroik para pendahulu mereka di Muhammadiyah.” Tambahnya

Menyambut mereka, Ananto Isworo, Sekretaris Eksekutif Majelis Tabligh PP Muhammadiyah menyampaikan bahwa, sebagai kader tidak ada kata pensiun.

“Menjadi Muhammadiyah harus sampai mati, karena sebagai seorang muslim menjadi pengikut nabi Muhammad adalah keharusan. Dengan menelusuri sejarah, mengikuti anjurannya, dan mentaati perintahnya.” ungkapnya

Pelopor Sedekah Sampah ini menambahkan, untuk menjadi kader heroik setidaknya harus memiliki semangat, hidup sederhana dan mampu memberi manfaat kepada umat dan bangsa.

“Penanaman motivasi kepada kader-kader kecil ini perlu, sehingga kedepan terwujud kader Muhammadiyah yang militan.” tambahnya.

Mengutip perkataan Jendral Sudriman, ‘Menjadi Kader Itu Berat. Jika Bimbang dan Ragu, Pulang.’ Ananto berpesan kepada kader cilik Muhammadiyah untuk tidak menduakan Allah, tetap berfikir psotif, mengaktifkan otak kanan, dan berpegang teguh kepada kittah, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Muhammadiyah. (Aan)

Shared:
Shared:
1