Menjadi Pemuda yang Dirindukan Surga

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 29 November 2018 15:05 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL –Wildan Mauzakawali Saptian Da’i Cilik Muhammadiyah ingatkan pentingnya Pemuda Muhammadiyah untuk menjadi pemuda yang dirindukan surga. Hal ini disampaikan dalam Tabilgh Akbar di Panggung Bazar Muktamar ke-XVII Pemuda Muhammadiyah, pada Rabu (28/11).

Di hadapan puluhan kader dan aktivis Pemuda Muhammadiyah yang sedang bermuktamar, Wildan dalam tablighnya menyampaikan materi mengenai “Pemuda yang Dirindu Surga”.

“Pemuda merupakan calon estafet pemimpin bangsa yang akan memimpin nanti dimana masa depan bangsa, negara dan agama bahkan persyarikatan berada di tangan pemuda. Jika kita akan melihat bangsa depan nanti, maka lihatlah pemuda saat ini,”katanya.

Wildan yang merupakan Santri Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta itu juga menyampaikan masa depan bangsa, negara dan agama bisa dilihat dengan melihat pemudanya saat ini. Untuk itu Wildan ingatkan pentingnya pemuda saat ini harus menjadi pemuda yang dirindukan surga.

“Jika pemuda saat ini baik, cerdas, berakhlak mulia maka harapan besar bagi bangsa, negara dan agama akan baik pula. Tetapi, kalau pemuda zaman sekarang banyak yang mabuk-mabukan, berjudi, berzina, narkoba dan pergaulan bebas maka hancurlah masa depan negara, bangsa dan agama,”katanya.

Wildan yang dalam penyampaianya juga mengutip kata-kata Soekarno yaitu, “berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncang dunia”, dan salah satu capaiannya adalah pemuda yang dirindukan surga.

Adapun pemuda yang dirindukan surga disebutkan Wildan, ia harus kembali ke Qu’an dan hadist, dan melihat kembali kepemimpinan Nabi dan Khulafaur Rasyidin pemuda mampu menjadi pelopor peradaban.

“Jika kita mencontoh, meneladani dan menerapkan kehidupan sehari-hari bagaimana kepeloporan zaman nabi, khalafaur rasyidin dan Muhammad Al Fatih maka akan terwujud pemuda yang dirindukan surga,” pungkasnya.  (Andi)

Shared:
Shared:
1