Wapres JK: Dakwah yang Menggembirakan Telah Menjadi Ciri Nafas Pergerakan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 November 2018 13:36 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -  Didepan ribuan kader Pemuda Muhammadiyah, Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa pilihan dakwah menggembirakan  ala Muhammadiyah beserta organisasi ortom (Ortom) dibawahnya menjadi alternatif dakwah yang meneduhkan serta menjaga persatuan. Ditengah semangat beragama umat Islam Indonesia yang semakin memuncak.

Hal tersebut disampaikan JK saat menyampaikan sambutan di acara Pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang ke-XVII pada Senin (26/11) di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). JK menegaskan bahwa pemilihan metode dakwah di tengah umat Islam yang saat ini sedang membuncah semangat beragamanya menjadi sangat penting, karena menyangkut sudut pandang dalam kebangsaan mereka.

“Tujuan Muhammadiyah dalam memajukan bangsa dengan memilih metode dakwah menggembirakan menjadi alternatif yang “pas” untuk saat ini,” jelas JK.

Selama satu periode ini, JK melihat Pemuda Muhammadiyahtelah banyak berperan dalam menjaga semangat dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya melalui Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang turut mewarnai barisan semi militer penjaga NKRI.

“Adanya KOKAM bukan hanya untuk ‘sangar-sangaran’, meski berbaret merah layaknya Komando Pasukan Khusus (KOPASUS). KOKAM juga harus hadir dengan menghadirkan kegembiraan ditengah-tengah umat,” tutur JK.

Dakwah menggembirakan memang sudah menjadi ciri yang selalu melekat dalam setiap nafas pergerakan dakwah Muhammadiyah ditengah multi kulturalnya bangsa Indonesia. Sehingga dalam praktik yang dilaksanakan setiap warga Muhammadiyah dalam menjaga kesatuan dan mengindahkan toleransi bukan hanya sebatas retorika, melainkan sudah dalam bentuk aksi nyata.

Meneropong persaingan dunia dimasa depan, JK berpesan kepada seluruh Muktamirin yang hadir untuk bisa mengimplementasikan ‘Trilogi’ ajaran di Pemuda Muhammadiyah. Yaitu, ketauhidan, keilmuan, dan amalan.

Mengambil poin kedua, keilmuan. JK mengatakan bahwa solusi yang dibutuhkan manusia modern dalam menghadapi segala bentuk tantangannya tidak lain adalah harus memperkuat dan memperluas keilmuannya.

“Selain dakwah menggembirakan, kader dan anak muda Muhammadiyah kedepan harus dibekali dan ditingkatkan lagi penguasaan ilmu yang mendalam. Baik ilmu yang mengurusi ibadah khusus, juga ilmu yang berurusan tentang muamalah,” pungkas JK. (a'n)

Shared:
Shared:
1