MPM Wujudkan Jama’ah Tani Berkemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 24 November 2018 14:07 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SLEMAN - Jama'ah Tani Muhammadiyah (Jatam) adakan Pelatihan Pengendalian Hama Tikus bertempat di Joglo Alit, Sendangrejo, Minggir, Sleman pada Sabtu (24/11).

Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Jatam nya melakukan aksi langsung ke petani guna mengawal Jihad Kedaulatan Pangan. Pelatihan yang dilakukan merupakan tindaklanjut dari keresahan yang dirasakan petani karena serangan hama tikus kepada tanaman padi. Seperti yang disampaikan oleh Suwardi, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minggir, Sleman.

"Tanaman padi yang kita tanam awalnya baik, tapi hanya dalam hitungan 5 sampai 6 hari. Tanaman padi rusak karena hama," tuturnya.

Anggota Jatam ini juga berharap, hasil dari pelatihan bisa dirasakan dampaknya. Bukan hanya oleh anggota kelompok, tapi juga masyarakat umum.

Sementara, Muhammad Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya petani berhimpun dalam suatu jama'ah. Karena dengan bersatu posisi petani menjadi kuat, baik secara sosial maupun ekonominya.

"Salah satu kemanfaatan berhimpun dalam jama'ah adalah penyatuan aksi dan pemahaman dalam penyelesaian masalah,” ucapnya.

Yamin juga menjelaskan tetang ciri-ciri jama'ah tani berkemajuan. Yaitu melakukan gerakan tajdid pada bidang pertanian, artinya anggota Jatam memiliki sikap terbuka dengan ilmu baru, dalam arti lainnya adalah tidak Jumud. Selanjutnya, mau dan mampu berorganisasi dengan baik dan rapi sebagai cara penaikan posisi sosial maupun peningkatan ekonomi dan yang terakhir merupakan ciri yang selalu lekat dengan jama'ah Muhammadiyah pada umumnya, yaitu ikhlas serta tidak pelit ilmu.

Ia juga berharap kedepan ilmu yang didapatkan bisa ditularkan ke petani lain. Sehingga cita-cita Indonesia berdaulat pangan bisa terwujud. (a'n)

Shared:
Shared:
1