Komitmen UMSU Menjaga KerukunanAntar Umat Beragama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 23 November 2018 13:55 WIB

MUHAMMADIYAH.ID,MEDAN -  Merawat keutuhan dan kerukunan bangsa, Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia (RI) untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban mempercayai Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) untuk gelar acara Sarasehan Hasil Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa.

Menyambut dan mengapresiasi acara tersebut, Sekretaris UMSU, Gunawan menyampaikan bahwa pemilihan UMSU sebagai tuan rumah acara ini selaras dengan komitmen UMSU sebagai kampus yang mendukung aktivitas menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Tentunya melalui sarasehan ini kami harapkan terciptanya satu pandangan yang sama tentang upaya-upaya terjaganya krukunan dan kedamaian dan selanjutnya dapat disosialisasikan bukan hanya di pusat namun juga hingga ke tingkat bawah lanjutnya baik kabupaten bahkan hingg ke desa,” sebutnya.

Sejumlah tokoh agama tampil sebagai pembicara dalam acara serasehan ini, diantaranya; Dr H Anwar Abbas MM MAg (Sekjen MUI), Romo Agus Ulahayanan Pr (Konfrensi Waligereja Indonesia) , Mayjen TNI (Purn) Wisnu B Tenaya (Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia), Pdt Albertus Patty (Ketua PGI), Prof. Philip K Widjaja (Perkilan Umat Buddha Indonesia) dan Xs Djaengrana Ongawijaya (Majlis Tinggi Agama Konghucu).

Dipilihnya UMSU sebagai tuan rumah merupakan langkah strategis dalam mengalang dukungan untuk menjaga kerukunan bangsa karena didalamnya ada basis masa  dengan berbagai latar belakag dan terdapat simpul akademik didalamnya. Hal tersebut disampaikan oleh Syafiq A. Mughni, Ketua Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia (RI) untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban.

“Apa yang kita jaga selama ini akan hilang seketika kalau terjadi konflik. Untuk itu kami sangat mengapresiasi UMSU yang telah bersedia menggelar sarasehan ini dan tentunya hasil dari sarasehan ini sangat kami harapkan dapat memperkuat komitmen kita dalam menjaga kerukunan,” katanya.

Syafiq mengunggkapkan bahwa memang dalam penyelasaian dan penjaga kerukuanan bangsa adalah tugas semua pihak. “Selain menjadi tugas khsusus mereka untuk menjaga kerukunan bangsa. tapi  juga tentunya menjadi tugas semua elemen di negeri ini untuk mewujudkannya, sehingga harmonisasi yang selama ini terjaga dapat terus terbina dengan baik,”tandasnya.

Acara yang diadakan pada Rabu (21/11) di Hotel Garuda Plaza Medan ini merupakan follow uphasil dari Musyawarah Besar Pemuka Agama untuk Kerukunan Bangsa yang diadakan pada tanggal 8 sampai 10 Fabruari lalu, di Jakarta. (a'n)

Shared:
Shared:
1