Buku “Demokrasi Moral Politik” Mengungkap Permasalahan Bangsa Dari Era ke Era

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 23 November 2018 13:44 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL – Direktorat Pascasarjana dan Magister Ilmu Hubungan Internasional (MHI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan Seminar Bedah Buku "Demokrasi Moral Politik" karya Ahmad Sahide bertempat di Ruang Sidang Direktur Pascasarjana UMY, Jumat (23/11).

"Buku ini kalau dibaca akan banyak mengungkap fakta sejarah karena buku ini merekam sejarah-sejarah lewat esai,” ujar Ahmad Sahide, Penulis Buku.

Tokoh utama dalam esai-esai yang direkam dalam buku tersebut diantaranya jejak politik Susilo Bambang Yudhoyono, Anas Urbaningrum, dan Joko Widodo. Selain itu, tokoh lain yang dibahas dalam buku ini yakni Putin dan Nelson Mandela.

M. Nurul  Yamin, Wakil Direktur Pascasarjana UMY mengatakan buku ini mengungkapkan realitas lain dan tidak bisa dilepaskan dari ciri khas penulisnya.

Menurut Yamin yang juga Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah  buku ini hadir tidak dari ruang hampa melainkan dari sebuah era yang nyata.

“Buku ini menyajikan persoalan kebangsaan masa kini. Dari penjelasan buku tersebut kita menemukan bahwa ada masalah yang dibawa dari era ke era terutama di tahun 2012 hingga 2013,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Munir Mulkhan mengungkapkan pentingnya buku ini dalam menyoroti politik dan budaya.

“Buku ini sangat penting jika mengamati seluruh realitas kehidupan ini terutama tentang politik dan budaya apalagi bagi yang ingin melakukan studi akademi lanjut,” kata dia.

Ia juga bercerita tentang proyek buku filsafat Islam yang sedang dikerjakannya.

“Sekarang saat ini saya sedang menyusun formula tentang filsafat pendidikan Muhammadiyah. Karena belum ada filsafat Islam yang tersusun secara otomatis, susahnya mencari buku filsafat Islam kalau ada penjelasannya sangat ruwet sementara filsafat barat sangat banyak dan sistematis. Mengapa begitu? Karena pemikiran barat tidak melibatkan Tuhan sementara Islam memasukkan Tuhan dalam setiap pembahasannya,” pungkasnya. (Syifa)

Shared:
Shared:
1