Meminimalisir Perpecahan dengan Menyuarakan Kepentingan Bersama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 22 November 2018 15:25 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL - Gatot Edi Pramono, Asisten Perencanaan dan Anggaran Polri mengatakan Indonesia adalah negara yang majemuk, hal ini dibuktikan dengan jumlah suku di Indonesia yang berjumlah 100 lebih dan memiliki 700 lebih bahasa.

"Kita adalah bangsa Indonesia, rumah kebersamaan bagi kita yang berbeda-beda sehingga kita bisa mempertahankan kesatuan bangsa," kata Gatot dalam acara Halaqoh Kebangsaan Menuju Indonesia Berkemajuan bertempat di Gedung E KH Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogayakarta (UMY), Kamis (22/11).

Ia mengatakan kemungkinan Indonesia kedepan menjadi sasaran perpecahan kalau diliat dari fenomena-fenomena yang ada memungkinkan dapat terjadi.

"Potensi konflik pasti ada karena Indonesia beragam. Oleh karena itu harus mengidentifikasi kesamaan dan persamaan tujuan. Agar tidak terjadi konflik maka perbedaan itu kita kecilkan dan kesamaan itu yang kita angkat. Kalau yang kita munculkan justru perbedaan justru bisa tercepah belah," ungkapnya.

Menurutnya, faktor lain yang dapat membuat perpecahan ditubuh bangsa adalah politik Internasional, disana muncul siapa yang kuat dia yang menang. Selain itu juga perkembangan media sosial yang sekarang sudah sangat terbuka.

"Sampai saat ini, Porli berupaya meminimalisir potensi perpecahan-perpecahan itu semua agar tidak menimbulkan perpecahan yang lebih besar. Salah satunya dengan terus menyerukan kepentingan bersama daripada golongan," katanya lagi.

Bangsa kita ini masih masyarakat yang patuh pada pimpinannya, sehingga sebagai pengampu pimpinan cabang, daerah, wilayah Muhammadiyah diimbau untuk selalu menyampaikan perdamaian dan kesatuan pada para anggotanya.

"Apalagi menjelang tahun politik nanti, harus berhati-hati agar tidak ditunggangi kepentingan-kepentingan tertentu. Sebagai Pimpinan lebih elok memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya," pungkasnya. (Syifa)

Shared:
Shared:
1