Tantangan Pendidikan Menuju Revolusi Industri 4.0

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 22 November 2018 10:58 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud) harusnya bersyukur karena memiliki Menteri dari Muhammadiyah karena banyak pengalamannya menangani pendidikan di Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan langsung, Arie Budiman, Staff Ahli Kemendikbud bidang Pembangunan Karakter dalam acara Halaqoh Kebangsaan Menuju Indonesia Berkemajuan di Gedung E KH. Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (22/11).

Mewakili Kemendikbud, Arie menjelaskan tentang tujuan pendidikan dan tantangannya diera milenial dan revolusi industri 4.0.

"Tujuan pendidikan nasional lengkap bukan hanya dari aspek keterampilan atau kecakapan, tetapi juga spirit sosial. Ini adalah tujuan pendidikan untuk manusia seutuhnya. Terkait dengan itu Kemendikbud mencoba melaksanakan tugasnya dengan kebijakan yang ada, terutama menunaikan nawacita," ungkap Arie.

"Hari ini kita menghadapi kecenderungan global, menghadapi revolusi industri 4.0 dunia yang  ternyata mengubah seluruh aspek dan itu yang mendorong perubahan masyarakat," imbuhnya.

Ia melanjutkan revolusi digital juga banyak terjadi, seperti munculnya buku elektronik dan hal lain yang sudah ada dalam gawai. Hal tersebut kemudian menimbulkan dinamika yang terjadi seperti menghilangnya berbagai jenis pekerjaan, tenaga kerja bermigrasi, dan lain sebagainya.

Arie juga menyinggung tantangan pendidikan yang terjadi.

"Yang menjadi tantangan pendidikan saat ini diantaranya, besarnya populasi siswa, guru, dan sekolah, lalu membangun sinergi dan tanggungjawab tripusat pendidikan. Optimalisasi pengembangan potensi siswa secara harmonis, terbatasnya pendampingan orangtua, keterbatasan sarana belajar dan infrastruktur, juga komitmen anggaran pendidikan daerah," paparnya.

Menurutnya sampai sekarang Kemendikbud masih berupaya mencari solusi permasalahan pendidikan agar kedepannya dapat meraih tujuan pendidikan bersama dan kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia. (Syifa)

Shared:
Shared:
1