Menghadapi Revolusi Industri 4.0, PTM Harus Cepat Beradaptasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 22 November 2018 10:52 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL -- Era disruptif memberikan dampak luar biasa bagi berbagai bidang, salah satunya bidang pendidikan tinggi. Muhammadiyah, sebagai organisasi yang memiliki banyak amal usaha di bidang pendidikan, harus bersiap diri untuk menghadapi era disruptif itu.

Hal tersebut dikatakan oleh Chairil Anwar, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam mempresentasikan pembahasan tentang  "PT Muhammadiyah dalam Era Disruptif" pada agenda "Halaqah Kebangsaan Menuju Indonesia Berkemajuan" pada Kamis (22/11) di Gedung KH Ibrahim E6 lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Chairil mengatakan, berbeda dengan Revolusi Industri 1-3, Revolusi Industri 4 ini memberikan dampak disrupsi yang menyebabkan perguruan tinggi akan cepat berubah.

"Misalnya, sekarang ini  internasionalisasi di perguruan tinggi pasti terjadi. Ini menyebabkan perguruan tinggi harus memiliki strategi baru agar tidak tergerus," ujarnya.

Chairil menambahkan, perguruan tinggi dalam menghadapi revolusi industri ini, harus menyiapkan kurikulum baru untuk mahasiswa. Kurikulum dengan ilmu-ilmu yang sesuai dengan kebutuhan revolusi industri.

"Misalnya kurikulum yang memuat kapasitas sosial, kreativitas, berpikir kritis dan lain-lain. Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus bisa cepat beradaptasi agar tidak tertinggal," katanya. (nisa)

Shared:
Shared:
1