Relawan MDMC Dirikan Sekolah Ceria Bagi Korban Gempa Palu

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 12 November 2018 11:14 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, PALU – Gempa dan tsunami yang menimpa sebagian sekolah di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan aktivitas sekolah terhenti dan siswa-siswi tidak bisa melaksanakan belajarnya disekolah.

Melihat kondisi tersebut Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) bersama Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhmmadiyah (Lazismu) melalui Claster Psikososial mendirikan Sekolah Ceria disetiap pos pelayanan (posyan) yang berada di delapan titik wilayah berdampak bencana Palu, Sigi dan Donggala.

Sekolah Ceria yang digarap oleh Relawan Muhammadiyah Cluster Psikososial mulai didirikan pada, Sabtu (10/11) dengan berbasis alam mengingat bangunan sekolah utama hancur pasca gampa dan tsunami melanda.

Sekolah Ceria dibuat dengan tujuan sebagai wadah bimbingan anak-anak yang terkena dampak bencana agar kebiasaan disekolah setiap hari dilakukan tanpa terputus.

“Selain mengisi aktivitas formal, kami sebagai relawan ingin membuat anak-anak tidak merasa trauma atas kejadikan yang menimpanya dengan cara bermain sambil belajar,” kata Sari, Relawan, MDMC menjelaskan.

Progam Sekolah Ceria ini diisi dengan outdor learning, bimbingan belajar mata pelajaran disekolah dan progam inti adalah bimbingan ibadah untuk bisa belajar agama lebih dalam.

Dijelaskan juga oleh Sari, awal berdirinya sekolah ini karena melihat kenyataan bahwa anak-anak sering datang dan bermain di posko MDMC Pantoloan sehingga kami berinisiatif untuk membuat progam bimbel supaya belajar dan bermainya bisa seimbang.

“Sistem sekolah ceria ini kami buat dengan bejara dan mengajar dan santai dan tidak diwajibkan. Namun anak-anak sangat antusias karena metode belajar mengajar kami buat dengan santai sehingga membuat anak-anak tidak bosan dan cepat menangkap pelajaran,” katanya.

Hal yang paling ditunggu anak-anak dari sekolah ceria ini adalah aktivitas sorenya dimana anak-anak bisa lebih bisa bersosialisasi dengan teman-temannya dan berhubungan lebih akrab. Selain itu adanya fungame sebagai wadah untuk meningkatkan semangat dan mengembalikan keceriannya dari trauma-trauma yang dia alami pasca gempa dan trsunami. (Andi)

Sumber: Relawan MDMC

Shared:
Shared:
1