Haedar: Prinsip Muhammadiyah Sekali-kali Bicara, Banyak Kerjanya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 11 November 2018 17:24 WIB
MUHAMMADIYAH. ID, TEGAL- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka menyambut milad Muhammadiyah ke 106 tahun di Kabupaten Tegal dan Kota Tegal pada Ahad (11/11).
 
Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi dakwah, yakni organisasi dakwah yang mengajak pada kebaikan dan mencegah pada perbuatan kejahatan atau kemunkaran. 
 
"Baik dalam konteks dakwah, maupun menjadikan sebagai sebuah gerakan, Muhammadiyah berkomitmem mengajak ummat berada pada jalan Allah SWT, karena kita mengajak, maka kita harus tau jalan yg benar, agar setiap muslim meraih ridho dan karunia Allah SWT," tutur Haedar di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Lebaksiu. 
 
Selain itu, berkaitan dengan pemilihan tema milad Muhammadiyah ke 106 Ta'awun untuk Negeri, Haedar memaparkan bahwa tema tersebut dipilih untuk mentransformasikan hadirnya tujuan Muhammadiyah yang telah banyak berbuat untuk memajukan kehidupan bangsa di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan usaha-usaha dakwah pembaruan.
 
"Apa yang selama ini dikerjakan Muhammadiyah telah diakui oleh masyarakat luas dan juga oleh Pemerintah Republik Indonesia," tutur Haedar. 
 
Di Indonesia bagian Timur seperti di Papua dan Nusa Tenggara Timur di mana umat Islam minoritas, Muhammadiyah melakukan usaha-usaha di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. 
 
"Di Papua Muhammadiyah mendirikan Perguruan Tinggi dan Sekolah-Sekolah, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial bagi penduduk setempat yang mayoritas Kristen dan Katholik, sebagai sarana atau jalan mengembangkan integrasi sosial. Guru atau dosen yang beragama Kristen dan Katholik ada yang mengajar di lembaga pendidikan Muhammadiyah tersebut," imbuh Haedar. 
 
Haedar menuturkan, semua peranan itu dilandasi oleh spirit kemanusiaan bahwa di era peradaban modern, semua umat manusia layak hidup bersama tanpa diskriminasi, penderitaan, dan penindasan. 
 
"Peran kemanusiaan universal tersebut nyaris tanpa slogan-slogan nyaring tentang “Islam rahmatan lil-‘alamim”, karena spirit Islam tersebut bukan disuarakan tetapi justru dipraktikkan oleh Muhammadiyah. Karena prinsip Muhammadiyah sekali-kali berbicara, banyak kerjanya," tegas Haedar. 
 
Diakhir, Haedar menyampaikan bahwa Muhammadiyah telah dan akan terus memberikan sumbangan besar di dalam upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan politik Islam yang berwawasan kebangsaaan di tengah pertarungan berbagai ideologi dunia.
 
Dalam kesempatan tersebut Haedar turut menandatangani puluhan prasasti baru Amal Usaha Muhammadiyah di Tegal, diantaranya Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah 2 Tegal, SDLB Muhammadiyah Tegal, Gedung Pustaka SD Muhammadiyah 1, 11 RKB SMK Muhammadiyah 1, PAUD Aisyiyah V, Kampus Politik Muhammadiyah Tegal, Gedung Dakwah Muhammadiyah Tegal Timur, dan Pondok Pesantren Subulus Salam.
Shared:
Shared:
1