Mr Kasman Singodimedjo Sang Penyelamat Jatidiri Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 10 November 2018 08:36 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid mengatakan bahwa kerumitan jalan pengajuan gelar Pahlawan Nasional bagi Mr. Kasman Singodimedjo sama sekali tidak didasari oleh nilai penghargaan semata.
 
“Bukan gelar yang diinginkan, tapi kenegarawanan Republik Indonesia untuk mengakui peran-peran perjuangan yang dilakukan oleh berbagai pihak,” ungkap Hidayat dalam Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jum’at (9/11).
 
Menurut Hidayat, momen penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta pada 18 Agustus 1945 atas peran Mr. Kasman membujuk Ki Bagus Hadikusumo menunjukkan bahwa umat Islam rela mengalah demi persatuan Indonesia, kendati kedua tokoh tersebut gigih memperjuangkan syariat dan tujuh kata dalam sila pertama Piagam Jakarta tersebut pada awalnya telah disepakati oleh AA Maramis, Soekarno, Hatta, Yamin dan yang lainnya.
 
“Beliau merintis demokrasi di Indonesia. Beliau berkompromi menyelamatkan Indonesia tanpa menghilangkannya jatidirinya. Tidak mudah mengambil keputusan. Tanggal 17 merdeka, tidak untuk bubar pada tanggal 18. Tentu merdeka sekali juga merdeka seterusnya,” ujar Hidayat.
 
Umat Islam menurut Hidayat tidak perlu kecewa dengan penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta, sebab yang terjadi adalah umat Islam menunjukkan pengorbanan demi keutuhan Republik Indonesia.
 
“Mr. Kasman dan Ki Bagus menghadiahkan hadiah tauhid untuk bangsa Indonesia. Memberikan keteladanan yang luar biasa, tidak kehilangan arah, solusi, jati diri dan tetap menjadi Indonesia. Sekali merdeka bukan merdeka sekali. Beliau adalah pahlawan untuk seluruh umat beragama yang ada di Indonesia,” tegas Hidayat. (Afandi)
Shared:
Shared:
1