IMM Medan Tingkatkan Ghiroh Kemuhammadiyahan Kader

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 06 November 2018 07:26 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MEDAN Tingkatkan ghiroh kemuhammadiyahan, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)Bidang Riset Pengembangan Pimpinan Cabang (PC) IMM Kota Medan bekerjasama dengan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FAI UMSU) gelar Tadarus Pemikiran Kader pada, Sabtu (3/11).

Minimnya pengetahuan tentang kemuhammadiyahaan serta kurangnya implementasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) oleh kader IMM, ditanggapi oleh PC IMM Kota Medan dengan melakukan penguatan pemahaman melalui tadarus pemikiran yang mengambil tema “Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah di IMM, Wujud Pendidikan Islam Bekermajuan.”

Ahmad Bayu Nugroho, Ketua PC IMM Kota Medan mengunggkapkan bahwa, gerakan awal Muhammadiyah adalah seabagai pemurni aqidah umat kala itu yang masih tercampur dengan budaya Takhayul, Bid’ah, dan Churofat (TBC).

“sebelum terbentuknya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang melimpah. Muhammadiyah awalnya hadir sebagai pemurni. Maka, Sebagai kader IMM tentunya adalah sebuah kewajiban untuk mendakwahkan nilai-nilai al-Islam Kemuhammadiyahan ditengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara, Muhammad Qorib, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara menjelaskan. Lahirnya Muhammadiyah memiliki keeratan dengan Ali Imron ayat 104 sebagai landasan berdirinya, penegasan sebagai golongan yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, pemahamn tersebut jika dibahasakan secara singkat adalah berdakwah.

“Karena harus kita sadari bahwa berdakwah itu adalah tanggungjawab kita semua yang sering dinamakan kader dakwah, yakni bersama-sama membangun peradaban Islam yang sesungguhnya,” jelas Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sumut ini.

Wakil Ketua PWM Sumut yang juga Dekan FAI UMSU ini juga berpesan kepada para kader IMM untuk menginggat dan berpegang pada Trilogi dan Tri Kompetensi IMM, sebagai landasan manifestasi gerakan. (a’n)

Shared:
Shared:
1