Pemuda Muhammadiyah Siap Gandeng BANSER dalam Kerja Kemanusiaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 01 November 2018 21:44 WIB
MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA – Menuju Milad ke-106 tahun Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan akan menggerakkan Pemuda Muhammadiyah untuk menggandeng Barisan Anshor Serba Guna (BANSER) Nahdlatul Ulama dalam berbagai program kebencanaan.
 
“Nanti BANSER dan KOKAM, Anshor dan Pemuda Muhammadiyah akan kerja bersama dalam program kemanusiaan, terutama dalam program kebencanaan sebagai bagian dari ta’awun antar dua kekuatan pemuda. Insya Allah ini mengarahkan potensi yang paling besar dan ‘terbaik bagi generasi muda,” ujar Haedar pada sesi Konferensi Pers bersama dengan PBNU di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta, Rabu (31/10).
 
Senada dengan Haedar, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan bahwa tujuan utama ta’awun antara Pemuda Muhammadiyah dan Anshor Nahdlatul Ulama adalah demi dua hal: mengubah persepsi organ paramiliter Islam menjadi lebih positif dan memaksimalkan potensi terbaik generasi muda di dalamnya.
 
“Yang jelas selama ini sudah ada (kerjasama) tapi kesannya hanya baris-berbaris yang mungkin itu hanya _show off force_ (unjuk kekuatan) saja, tapi manfaatnya tidak ada bagi masyarakat. Nah kegiatan kemanusiaan bersama seperti ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Saya kira itu punya dampak yang lebih luas dan itu lebih produktif,” ungkap Abdul Mu’ti.
 
Kerjasama dalam Bidang Kemanusiaan dan Kebencanaan
 
Menanggapi rencana kerjasama tersebut, Komandan Utama KOKAM Masyhuri menyatakan bahwa KOKAM pada intinya terbuka untuk kerjasama dengan siapapun, termasuk BANSER. 
 
“Yang mungkin dapat dilakukan oleh KOKAM dan BANSER adalah program-program mitigasi bencana atau kemanusiaan lainnya yang pada hakikatnya KOKAM selama ini telah melakukan itu,” ungkap Masyhuri saat dihubungi oleh Muhammadiyah.id, Kamis (1/11).
 
Dalam program mitigasi bencana, KOKAM sejatinya telah tergabung dalam satu komitmen bersama Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dan LazisMu bernama _One Muhammadiyah One Response_ yang berguna untuk menyediakan relawan yang dapat bergerak cepat dalam satu komando. Dalam program Kemanusiaan yang dimaksud, KOKAM telah melakukan advokasi terhadap dugaan pelanggaran HAM terhadap beberapa elemen seperti petani, Siyono, dan Novel Baswedan. 
 
Lebih lanjut, Masyhuri menyatakan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan MDMC dan merasa senang dapat menggandeng BANSER dalam kerja kemanusiaan, kendati masih dalam tahap penjajakan.
 
“Tentu ini adalah bentuk dari usulan yang produktif agar energi angkatan muda atau pemuda Islam bisa lebih tersalurkan ke berbagai hal yang positif,” tutup Masyhuri. (Afandi)
Shared:
Shared:
1