Cerita Relawan Muhammadiyah yang Berat Melepas Korban Gempa Sulawesi Tengah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 31 Oktober 2018 14:01 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, SIGI – Hampir satu bulan sudah bencana gempa dan tsunami yang terjadi di daratan Sulawesi Tengah yang masih menyisakan cerita kepiluan dan trauma bagi korban. Seperti yang terjadi di Desa Sidera, Kabupaten Sigi. Lokasi ini memang tidaklah terlalu parah berdampak gempa, namun banyak pengungsi baru berbagai desa lan yang berdampak mencari tempat di desa ini.

Lewat cerita salah satu relawan Muhammadiyah, Faid Faizan, Ketua Pos Pelayanan MDMC saat di hubungi muhammadiyah.id, pada Rabu (31/10) menyampaikan berat hatinya melepas korban pengungsi yang secara psikis, material dan kondisi tempat belum benar-benar pulih pasca gempa dan tsunami.

“Berat rasanya langkah kami meninggalkan Sulawesi Tengah, apalagi kondisi yang belum benar-benar pulih pasca gempa dan tsunami. Apalagi kami merasa belum maksimal dalam membantu, tapi usaha kami lewat progam MDMC dan Lazismu akan tetap berjalan bukan hanya progam satu bulan tetapi sampai mereka bener-bener bangkit,”kata Faid Faizan, Ketua Pos Pelayanan MDMC.

Ia juga menuturkan bahwa bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah mengajarkan banyak hal yaitu tentang kesabaran dan kekuatan. Cerita tentang anaknya yang hilang, istrinya yang masih di rumah sakit dan anak yang kehilangan ayahnya. Dan cerita tentang kedermawananya warga sekitar terhadap para relawan yang berada di pos pelayanan dengan membagi buah-buahan dan jagung rebus.

“Sungguh pengalaman luar biasa, bagaimana kita disuguhkan dinamika masyarakat yang baru. Seperti halnya anak-anak remaja yang mau berlatih mengenai bencana dalam kegiatan psikosisial dimana merubah pikiran bahwa masyarakat yang berdampak juga bisa ikut membantu. Bahkan beberapa hari di latih mereka sudah membantu dengan kami dengan baik dalam penanganan sehinga kami yakin Kabupaten Sigi yang berdampak gempa dan tsunami akan seger bangkit,” katanya. (Andi)

Shared:
Shared:
1