UMM Kembali Raih Penganugerahan dari ASEAN Energy Award

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 31 Oktober 2018 12:50 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG — Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat peringkat kedua dalam kategori bangunan tropis (Tropical Budilding) dalam penganugerahan ASEAN Energy Award 2018 di Singapura, (29/10).

Komitmen UMM menjadi perguruan tinggi pelopor Energi Baru Terbarukan, yang diwujudkan dalam berbagai hal. Melalui inovasi pengembangan energi alternatif, UMM berhasil mendapat penghargaan di tingkat ASEAN dalam kategori Best Practices Competition for Enegery Efficient Building.

“Melalui Rusunawanya, UMM menjadi satu-satunya kampus yang mendapat penghargaan dalam ajang tersebut, yang lainnya adalah perusahaan.” Terang Fauzan, Rektor UMM.

Rusunawa UMM dibangun pada tahun 2008 untuk mendukung Program Pengembangan Kepribadian & Kepemimpinan (P2KK) bagi mahasiswa baru UMM. Bangunan berkonsep hemat energi ini memiliki banyak ruangan besar dengan atap tinggi serta pintu utamanya dibiarkan terbuka.

Dalam pencahayaan, Rusunsawa UMM telah memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1007 / MENKES / PER / V / 2011 yang minimumnya 60 lux dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6197-2011 yang minimumnya adalah 250 lux untuk kamar tidur dan 350 lux untuk kelas.

Sedangkan untuk suplay energi yang dibutuhkan Rusunawa berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sengkaling I. Energi listrik didapatkan dari  pemanfaatan saluran irigasi dari Sungai Berantas, untuk mengerkan trubin dan generator listrik.

Energi yang dihasilkan selain dimanfaatkan oleh pihak Kampus, aliran listrik juga dimanfaatkan oleh warga sekitar PLTMH Sengkaling I. Dilokasi tersebut terdapat tempat wisata yang turut meninggkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. (humas UMM)

Shared:
Shared:
1