IMM Tegal Gelar Kampanye Peduli TBC

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 30 Oktober 2018 11:26 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TEGAL - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Cabang Tegal bekerja sama dengan SSR TB Care Aisiyah Kota Tegal, menyelenggarakan “Kampanye Peduli TBC pada Sabtu (27/10) di Auditorium Politeknik Muhammadiyah Tegal (POLMUH). Dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tegal, Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA) Kota Tegal, Direktur Politeknik Muhammadiyah Tegal, Komunitas Peduli TB Kota Tegal, Mahasiswa POLMUH dan undangan dari unsur masyarakat lainnya.

Maskuri selaku ketua pelaksana menuturkan bahwa kampanye ini merupakan salah satu bentuk aksi nyata dari IMM dalam mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, sehingga akan menjadikan bangsa Indonesia kuat.

 

IMM perlu bergandeng tangan bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan yang berurusan dalam kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Nur Laela, Ketua PDA dalam sambutannya menyampaikan bahwa,  kampanye ini sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Saat ini menurut laporan yang dikeluarkan oleh Global Fund, Indonesia menduduki peringkat kedua negara dengan kasus TB terbanyak di dunia. Bahkan TB telah menjadi penyakit penyebab kematian nomor dua di Indonesia.

“Kampanye TB diharapkan akan meningkatkan literasi masyarakat,  sehingga masyarakat pada umumnya dan pemerintah pada khususnya akan dapat bersikap, bertindak dan melakukan perencanaan strategis untuk membantu para terdampak TB dan menanggulangi penyebarannya,” paparnya.

Senada dengan Ketua PDA, Ahmad Zamroni selaku wakil PDM Kota Tegal juga menyampaikan bahwa masih banyak anggota masyarakat khususnya Kota Tegal yang belum memahami bagaimana bertindak untuk menyembuhkan dan menanggulangi TB. Lebih parah lagi bahwa sampai saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa TB merupakan penyakit keturunan yang tidak bisa disembuhkan.

“Kampanye TB harus lebih sering dilaksanakan, dengan jangkauan pendengar lebih dalam ke simpul-simpul masyarakat yang beresiko tinggi,” tutup Zamroni  (nisa)

Kontributor: Riza A. Novanto

  

 

 

Shared:
Shared:
1