Pentingnya Menjaga Budaya dan Kearifan Lokal

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 30 Oktober 2018 10:57 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, Bolaang Mongondow—Persiapkan generasi milenial melalui pengenalan kearifan lokal, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) gelara Dialog Fokus pada (28/10) di Desa Popodu, Bolaang Uki.

 

Acara yang digelar sebagai hari peringatan sumpah pemuda itu mengangkat tema Kupas Tuntas Budaya Bolsel Untuk Generasi Milenial'. Kegiatan ini terjalin atas kerjasama antara PDPM Bolsel dengan Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia (P3I).  

Jamaluddin Lamato, Ketua PDPM Bolsel mengatakan bahwa, dalam menanggapi perubahan baik di internal Muhammadiyah ataupun di masyarakat luas, generasi milenial perlu menggali budaya dan kearifan lokal sebagai bekal dalam menjawab tantangan gerakan zaman.

“Muhammadiyah tidak serta merta menolak budaya, karena budaya juga termasuk kekayaan bangsa,” ungkapnya.

Ia berpendapat bahwa kemajuan bangsa akan banyak ditopang oleh generasi muda. Maka, generasi milenial harus mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Kemudian Iskandar Kamaru, Bupati Bolsel mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Pihaknya meggungkapkan bahwa, peran pemuda dinilai sangat penting dalam membantu memajukan Bolaang Uki. Ia menambahkan, ke depan akan ada tindak lanjut berupa program dai Pemerintah Daerah yang menyasar anak muda dan budaya lokal.

“Setidaknya akan ada pelatihan adat yang melibatkan anak muda, agar mereka kenal adat dan budaya Bolsel,tambahnya.

Acara tersebut diikuti sebanyak 50 peserta, dihadiri oleh Ketua GP Ansor Bolsel Widi Mokoginta, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Marwan Makalalag, Ketua Panitia Muh Refany Otto, Ketua BKPRMI Bolsel Indrajaya Mokoagow, Tokoh adat Bolsel Jemi Marwan, Ketua Pemuda Muhamadiyah Delfian Thanta. (A’n/lix)

 

 

Shared:
Shared:
1