Haedar Nashir Dikukuhkan Menjadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 27 Oktober 2018 21:56 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA Pimpinan Pusat Tapak Suci Putra Muhammadiyah (PP TSPM) mengadakan pelantikan Pengurus PP TS Muhammadiyah periode 2018-2023 di Kompleks Puro Pakualaman, Jl. Sultan Agung, Yogyakarta pada Sabtu (27/10). Usai melantik Pimpinan Pusat Tapak Suci Putra Muhammadiyah periode 2018-2023, Ketua Umum PP Muhammadiyah dikukuhkan menjadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putra Muhammadiyah.

Ketua terpilih, Afnan Hadi Kusumo beserta Pengurus baru PP TSPM dilantik oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Terpilihnya ketua dan kepengurusan baru PP TS merupakan ketetapan hasil dari  Muktamar yang diadakan pada tanggal 22-24 Februari lalu di Makassar.

Hadir sebagai Tuan Rumah, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X.

Pihaknya berharap TSPM sebagai bagian dari Ikatan Pencak Silat Indonesia(IPSI) bisa terus melestarikan budaya asli Indonesia. Karena melalui pengetahuan dan pelestarian sejarah budaya, diharapkan bisa menjadi alat untuk menciptakan pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Ketua Umum baru PP TSPM, Muhammad Afnan Hadikusumo mengungkapkan.

“Warga Tapak Suci dalam pergulatan globalisasi harus bisa memegang dan mempunyai kesetian terhadap jati diri bangsa,” terang Afnan.

Belajar dari sejarah, Afnan menjelaskan bahwa Indonesia tidak lahir begitu saja. Tetapi di perjalanan panjang sejarah bangsa ini banyak pengorbanan yang dilakukan oleh banyak pihak. Mereka adalah para pahlawan, para pendahulu yang siap mengorbankan apa yang dimilikinya.

Dari itu, perlu untuk mengapresiasi para pendahulu kita sebagai bentuk penghormatan.

“TS akan mengusahakan untuk KGPAA Paku alam VIII, supaya dikukuhkan sebagai pahlawan Nasional,” ucap Afnan menjelaskan.

Sementara, Haedar Nashir berpesan kepada Pengurus yang baru dilantik untuk meneladani dan menginternalisasi ajaran Tapak Suci.

“Dengan Iman dan Taqwa menjadi kuat, jangan hanya menjadi slogan semata,” ungkap Haedar.

“Jiwa berani pendekar Tapak Suci harus menumbuhkan nilai kehormatan dan kesempurnaan rohani. Serta keimanan pendekar Tapak Suci harus mewujud pada kesalehan,” pungkasnya. (A’n)

Shared:
Shared:
1