Muhammadiyah Wujudkan Lembaga Pendidikan yang Tangguh Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 24 Oktober 2018 10:23 WIB

MUHAMMADIYAH.ID, MEDAN – Memperingati Bulan Penanggulangan Risiko Bencana, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menghadirkan Seminar Nasional Membangun Ketanan Desa Hadapi Bencana. Aacara yang bertajuk “Peran Perguruan Tinggi untuk Membangun Kehanan Desa” ini diselenggarakan, pada Ahad (21/11) yang berlangsung di Astaka Sport Center Sumatera Jalan Wiliem Iskandar Medan.

Hadir dalam seminar ini Hajriyanto Y Tohari, Ketua PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Lilik Kurniawan Direktur BNBP, Agussani Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, serta para dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Medan.

Agussani, Rektor UMSU dalam sambutannya menegaskan bahwa kerjasama antar lembaga penganggulangan kebencanaan dengan perguruan tinggi perlu terus dilakukan.

“UMSU sebagai lembagai pendidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah siap untuk membantu tim dikawasan rawan bencana. Apalagi UMSU telah memiliki pengalaman dalam proses penanggulangan bencana tsunami di Aceh beberapa tahun lalu,” paparnya.

Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto dalam presentasinya menegaskan bahwa sekarang ini sudah saatnya Muhammadiyah memiliki sumber daya manusia dan infrastruktur yang tangguh dalam menghadapai ancaman bencana.

“Bila selama ini Muhammadiyah sudah memiliki tim MDMC dan tim rumah sakit yang siap menghadapi berbagai bencana di tanah air maka kedepanya diharapkan Muhammadiyah dapat memiliki lembaga pendidikan yang tangguh dalam menghadapi bencana,” katanya

Sedangkan Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik Kurniawan dalam paparannya menyampaikan, bahwa peringatan bulan pengurangan risiko bencana bertujuan untuk mengurangi indeks risiko bencana pada kabupaten dan kota.

“Kali ini kita mengambil tema aksi solidaritas untuk NTB dan Sulawesi Tengah melalui kemitraan pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, geografis Indonesia yang berada di lingkaran api (ring of fire) dalam peta kebencanaan dunia mengharuskan bangsa indonesia siap dan tanggung dalam menghadapi kebencanaan. “Bencana yang beruntun menimpa bangsa ini harus menjadi pelajaran berharga, agar bangsa Indonesia lebih siap,” katanya. (Andi)

Sumber: Humas UMSU

Shared:
Shared:
1