Bertemu Ketua Majelis Rakyat Tartar Crimea, Haedar Tawarkan Solusi Bagi Muslim Crimea

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 13 Oktober 2018 16:26 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, UKRAINA— Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir bersama rombongan pada Jumat (12/10) melakukan silaturahim dengan Refat Chubarov Ketua Majelis Rakyat Tartar Crimea.

Dalam kesempatan itu, Refat menyampaikan bahwa, referandum Crimea yang digelar pada 2014 silam, oleh Majelis Umum Persyarikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinyatakan ilegalata tidak sah, karena dilakukan sepihak.

“Sengketa ini terjadi lantaran adanya aneksasi atau pencaplokan wilayah Ukraina yang dilakukan oleh Rusia,” tuturnya.

Meskipun telah ditetapkan oleh PBB, bahwa Crimea tetap menjadi bagian dari Ukraina. Persoalan tidak berhenti sampai disitu. Persoalan lain muncul yaitu terjadinya intimidasi yang diterima oleh rakyat Tartar Crimea, terutama yang beragama Islam.

Refat juga menyampaikan, telah terjadi intimidasi terhadap mereka, seperti pembatasan dalam menjalankan ibadah. Bukan hanya itu, mereka juga distigma bahwa muslim Crimea merupakan muslim yang keras dan radikal. Sehingga terjadi pengucilan terhadap mereka. Perlakuan tersebut menimbulkan kebencian yang mendalam terhadap Rusia.

Refat juga menuturkan, masalah ini telah berbuntut panjang dan menyalakan semangat perjuangan, sampai sekarang masih ada 14 organisasi Islam yang masih memperjuangkan Crimea untuk tetap integral dengan wilayah Ukraina.

Dalam kesempatan itu, Refat berharap Indonesia dan Muhammadiyah bisa menyuarakan aspirasi mereka ke mata dunia. Mereka percaya dengan Indonesia karena telah berpengalaman dalam menangani permasalahan dunia Islam serta berhasil melakukan resolusi konflik.

Dalam kunjungan tersebut, Haedar didampingi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Ukraina, Yudi Krinandi. Rombongan diterima di kantor Majelis Rakyat Tartatar Crimea. Pertemuan tersebut digunakan sebagai ajang silaturahmi untuk mendengarkan keresahan yang dirasakan oleh warga muslim Crimea.

Dalam kesempatan itu Haedar menyampaikan akan menerima saran dan juga keinginan muslim Crimea untuk dikembalikan pada wilayah Ukraina. Haedar berjanji akan menyampaikan masalah yang terjadi kepada pemerintah Indonesia.

“Pemerintah Indonesia harus menyuarakan lebih keras lagi agar membuat rakyat Crimea yang beragama muslim mempunyai masa depan yang lebih jelas di bawah negara Ukraina,” ucap Haedar.

Dalam kesempatan tersebut Haedarjuga menyampaikan bahwa Muhammadiyah siap membantu anak-anak muslim disana untuk mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia.

“Muhammadiyah akan terlibat dalam membantu muslim Crimea, khususnya memberikan fasilitas pendidikan,” jelas Haedar.

Shared:
Shared:
1