Aslama PTMA Akan Gelar Munas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 13 Oktober 2018 13:20 WIB

MUHAMMADIYA.OR.ID, YOGYAKARTA — Persiapan menuju Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengelola Asrama Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (Aslama PTMA) lakukan audiensi dengan MajelisPendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diklitbang) Pimpina Pusat Muhammadiyah, Selasa (9/10) di kantor PP MuhammadiyahCik Ditiro Yogyakarta.

Audiensi yang dilakukan dengan Diklitbang PP Muhammadiyah menghasilkan keputusan, Munas akan dilaksanakan pada tanggal 23-25 November 2018. Ghofar Ismail, ketua Aslama mengungkapkan audiensi yang dilakukan untuk menentukan waktu pelaksanaan Munas.

“Munas diadakan guna memilih pengurus baru, melalui audiensi ini dilakukan juga untuk menyampaikan perihal teknis pelaksanaan,” jelasnya.

Lebih detail Ghofar menyampaikan, agenda Munas antara lain, presentasi Majelis Dikti tentang harapan dan peluang asrama di masa depan sekaligus sosialisasi SK Majelis Dikti tentang pengelolaan asrama mahasiswa, materi keislaman dengan pemateri dari Majelis Pendidikan Kader Muhammadiyah dan Aisyiyah, materi tentang manajemen asrama dan leadership dengan pemateri dari asrama mahasiswa IPB (eksternal) dan UMS (internal), best practice pengelolaan asrama satu minggu (UMM), satu bulan (UM Ponorogo), satu tahun (UNIMUS), dan asrama heterogen yang berisikan mahasiswa campuran antara muslim dan non-muslim (UM Kupang), lalu ada pertanggungjawaban dan pengesahan laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2015-2018, dan diakhiri dengan pemilihan dan pelantikan pengurus baru.

Selain menyampaikan perihal Munas, audiensi dimaksudkan untuk mendorong Diklitbang PP Muhammadiyah untuk mengelurakan ketentuan atau aturan yang bisa diimplentasikan oleh seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiah (PTMA) kepada mahasiswanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis DikLitbang PPMuhammadiyah, Lincolin Arsyad menyambut baik rencana tersebut. “Tidak semua rektor punya persepsi yang sama tentang asrama. Padahal asrama memiliki fungsi yang sangat strategis. Maka, dengan adanya ketentuan yang mengatur tentang asrama, posisi asrama akan lebih mapan. Jadi, Majelis Dikti akan kabulkan permintaan ini,” ujarnya.

Dari 178 PTMA di Indoneisa, baru 38 yang memilki asrama. Jika difungsikan dengan maksimal, asrama tersebut bisa sebagai wadah pengkaderan efektif.

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua Majelis Dikti Litbang PPM beserta tim, dan perwakilan pengurus ASLAMA, yaitu UMY, UAD, UMS, UNIMUS, UM Ponorogo, UMTAS, STIKes PKU Muhammadiyah Solo, dan PUTM Yogyakarta. (A'n)

 

Shared:
Shared:
1