SD Muhammadiyah 1 Ketelan Luncurkan Radio Solo Belajar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 09 Oktober 2018 09:10 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SOLO -- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar seminar pendidikan dan meresmikan Radio Streaming Pendidikan “Solo Belajar” di Sahid Jaya Hotel Solo pada Sabtu (6/10). Kegiatan tersebut diikuti 250 peserta yang terdiri dari Koordinator Korwil 3, Komite Sekolah, Kepala sekolah negeri maupun swasta, kepala sekolah TK Mitra, Paguyuban Kelas, guru dan tamu undangan.

Seminar pendidikan tersebut, mengusung tema “Literasi TIK di Era Digital untuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)”. Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti, mengungkapkan bahwa program baru Radio Solo Belajar ini dibuat sebagai wahana kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dan penyiaran sekaligus sebagai sarana syiar untuk kemajuan pendidikan.

Narasumber dalam kegiatan itu, Dwi Nurani Fungsional Umum Direktorat Pembinaan SD, Sutanto, DEA Pakar Informatika Universitas Sebelas Maret, serta Joko Riyanto, dari Dewan Pendidikan Solo.

Dalam kesempatan tersebut,  Sutanto menyampaikan bahwa agama dan sains adalah dua kekuatan yang menyatu dalam akal dan kepercayaan manusia bagi orang yang berfikir kritis dan kreatif.

“Keduanya saling memberi inspirasi, saling memotivasi untuk menggali ilmu Tuhan di alam ini. Sebagai contoh, Alquran diturunkan dalam bahasa arab agar kita semua berfikir. Berpikir kritis itu bukan asal beda pendapat dengan orang lain, tapi berpikir dengan menjalankan fungsi logika dan seni, sehingga akan memunculkan kreativitas siswa dalam melakukan analisa dan mengambil tanggungjawab pada setiap masalah yang kompleks,” katanya.

Sementara itu, Dwi Nurani, mengatakan bahwa di era informasi ini, anak perlu dibekali kompetensi seperti berpikir kritis, komunikasi, kreativitas, kolaborasi, multiliterasi baik literasi digital, finansial, numerasi, sains, budaya dan kewargaan dan literasi baca tulis, serta peneguhan 5 karakter utama mulai religius, integritas, mandiri, nasionalis dan gotong royong.

“Di era yang semakin kompleks, pembekalan kepada anak-anak juga harus lebih komplit dan intens. Ini merupakan upaya kita membentuk karakter anak yang unggul,” ujarnya. (nisa)

Sumber: Jatmiko

Shared:
Shared:
1