Meniti Kebahagiaan Melalui Hijrah Spiritual

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 06 Oktober 2018 06:26 WIB
MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA - Membuka Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menuturkan bahwa hijrah adalah perjuangan untuk senantiasa berada pada keadaan yang lebih baik daripada keadaan di masa lampau.
 
"Hal yang membuat hijrah atau konversi bermacam-macam. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa beristiqamah," ungkap Dadang di di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jumat (5/10).
 
Berkaitan dengan tema ”Hijrah Spiritual: Meniti Kebahagiaan di Jalan Ilahi” dalam Pengajian Bulanan kali ini Dadang menekankan pesan bahwa untuk tetap berada pada jalan perjuangan menuju keadaan yang lebih baik, seorang muslim harus dekat dengan Al Quran dan membaca maknanya.
 
"Profesor matematika Jefrey Lang dari Universitas San Fransisco mendapatkan momentum hijrah dari keadaan non muslim setelah membaca terjemahan Al Quran selama 20 kali," kutip Dadang.
 
Dalam satu dekade terakhir arus hijrah di kalangan muda-mudi begitu besar, terutama yang menarik perhatian adalah banyaknya tokoh publik, artis, dan musikus yang melakukan hijrah dan kemudian mengubah penampilan sampai gaya hidupnya secara kontras. Eddies Adelia dan Lalan Maulana yang menjadi narasumber dalam Pengajian Bulanan tersebut adalah salah satunya.
 
Eddies mengungkapkan perjalanan setelah hijrah tidak mudah. Akan tetapi meskipun sulit dan didera berbagai ujian, ia merasakan ketenangan di dalam jiwanya. Lalan Maulana atau yang dikenal sebagai Bang Tatto dan merupakan mantan preman tersebut mengamininya.
 
"Dibandingkan dahulu saat saya masih jahiliyah, sekarang jauh lebih bahagia," tutur pemilik Taman Pengajian Al Quran sekaligus menantu seorang Kyai tersebut.
 
Dirangkul, Bukan Didengkul
Melihat tren hijrah yang semakin kuat, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan pentingnya memaksimalkan peran Lembaga Dakwah Khusus Muhammadiyah.
 
"Ada segmentasi dakwah sesuai perannya. Kita tidak bisa membiarkan mereka yang jauh dari hidayah. Jangan sampai dakwah kita hanya pada orang-orang yang baik dan tidak menjangkau orang-orang yang tidak baik. Sehingga semakin keras cara kita, semakin mereka menjauh," ujar Abdul Mu'ti.
 
Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah adalah pengembangan dari Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus yang berbasis komunitas. Sasaran utamanya, tentu adalah berbagai segmen yang selama ini secara kultur tidak terjangkau oleh dakwah formal.
 
Selain dibekali oleh "standar etik dan sifat da'i", LDK PP Muhammadiyah memakai pendekatan "hikmah, nasihat yang santun, dan berargumen secara lebih baik."
 
Berkaca pada penuturan Lalan Maulana yang pernah ditolak untuk bertaubat oleh seorang ustad lantaran tubuhnya yang penuh tatto, atau Eddies Adelia yang menunggu berhijrah setelah kejadian personal karena tidak adanya dakwah di komunitas artis, Abdul Mu'ti menekankan pentingnya peran LDK.
 
"Jalan untuk jadi baik selalu dibuka dan Allah senantiasa menerima taubat. Harapan selalu ada, jalan terbuka. Segmentasi dakwah sesuai peran," pungkas Abdul Mu'ti. (affandi) 
Shared:
Shared:
1