Latgab Mitigasi Bencana, Momentum Mewujudkan Profesionalisme Relawan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 01 Oktober 2018 09:43 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAGELANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang selalu memberikan dukungan bagi setiap upaya untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan misi keumatan dan kebangsaan. Kehadiran Muhammadiyah dalam setiap proses penanganan bencana adalah bagian dari implementasi peran keumatan dan kebangsaan.

“Setiap relawan perlu senantiasa belajar ilmu kebencanaan agar pengetahuan dan ketrampilannya terus meningkat,” demikian disampaikan Sekretaris PDM Kabupaten Magelang Muhammad Nasirudin pada saat melepas para relawan yang akan mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Mitigasi Bencana, Jum’at (28/9).

“Sebagai peserta, para relawan diharapkan bisa serius dan fokus dalam mengikuti latgab ini, agar nantinya bisa meningkat pengetahuan dan ketrampilannya sehingga selalu memiliki kesiapan ketika ditugaskan dalam setiap proses penanganan bencana, jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk mewujudkan profesionalisme para relawan,” lanjutnya.

Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PDM Kabupaten Magelang Anang Arfianto mengatakan kegiatan latgab diselenggarakan oleh LPB Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, yang  pelaksanaannya mulai Jum’at 28 September hingga Ahad 30 September 2018 bertempat di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap.

Materi dalam Latgab yang diikuti oleh relawan Muhammadiyah dari seluruh Jawa Tengah itu antara lain adalah manajemen pos koordinasi (posko) bencana, dapur umum, logistik serta teknik evakuasi dan penyelamatan korban. Kemudian pelatihan dalam melakukan pertolongan pertama, pembuatan hunian sementara (huntara), pendampingan psikososial dan penyedian data informasi (media center).

“Perwakilan peserta berasal dari unsur LPB PDM kabupaten/ kota se Jawa Tengah, ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, ‘Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci Putera Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Selanjutnya juga perwakilan perguruan tinggi serta Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” paparnya.

Menurutnya, para relawan perlu meningkatkan kapasitasnya, dengan pelatihan ini maka semangat One Muhammadiyah One Respon yakni terlibatnya semua unsur dalam organisasi untuk melakukan proses penanggulangan bencana akan mampu dikelola dengan baik, efisien, efektif, dapat dipertanggungjawabkan serta bisa berjalan dengan tuntas hingga masa rehabilitasi dan rekonstruksi. (Syifa)

Sumber : MPI PDM Magelang 

 

Shared:
Shared:
1