Muhammadiyah Terjunkan Da'i ke Kawasan 3T

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 30 September 2018 07:48 WIB
MUHAMMADIYAH. OR. ID, SUKOHARJO- Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Kemenko PMK (Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)   dan LazisMu PP Muhammadiyah menggelar kuliah umum di Hotel Multazam dengan tema “Dakwah Pengarusutamaan Islam Berkemajuan” dalam rangka melepas 14 santri untuk pengabdian di berbagai pelosok tanah air  pada Sabtu (29/9).
 
Acara ini dihadiri oleh  Syafiq A. Mughni, Ketua PP Muhammadiyah, Zakiyuddin Baidhawy Dewan Syariah LazisMu PP Muhammadiyah,  M. Ziyad  Ketua Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Faozan Amar, Sekretaris LDK PP Muhammadiyah,  Mutohharun Jinan Direktur Pondok Shabran dan Fajar Riza Ul Haq Staf Khusus Mendikbud RI.
 
Menurut Mutohharun  Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah sudah lama bekerja sama dengan Pondok Shabran sejak tahun 2015 dan akan dievaluasi setelah 5 tahun. Kerjasama ini dalam bentuk pengabdian mahasantri yang telah lulus dari Pondok Shabran untuk menjadi dai selama setahun di berbagai wilayah di Indonesia. 
 
Di Pondok Shabran setiap tahun menerima 30 mahasantri utusan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia. Setelah lulus mahasantri mengabdi setahun menjadi da’i di pelosok Negeri. Kali ini Empat belas dai bakal dilepaskan ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dalam kurun waktu setahun ke wilayah Kalimantan, Kepulauan Mentawai, Sulawesi, dan Papua.
 
Ketua LDK PP Muhammadiyah, M Ziyad menjelaskan  pelepasan ini diselenggarakan juga dalam semarak dakwah cabang dan ranting Muhammadiyah, sebagai agenda tiap tahunnya. Hal ini dikarenakan banyak daerah 3T yang membutuhkan dai-dai untuk membimbing keislaman masyarakat. 
 
"Materi dakwah oleh dai harus bersifat meneguhkan dan mencerahkan umat", pesannya. 
 
“Selain berdakwah Islam, para dai juga ditugaskan untuk memperkenalkan Muhammadiyah di daerah 3T. Di samping itu, para dai diharapkan untuk turut andil dalam membangun daerah 3T masing-masing, terutama  persoalan keagamaan dalam masyarakat”, imbuhnya.
 
Dalam prosesi pelepasan Syafiq A. Mughni berpesan bahwa dakwah Muhammadiyah harus membawa masyarakat ke Islam dengan kata-kata (lisan) di pedesaan dan daerah terpencil sangat dibutuhkan. 
 
“Sebagai da’i Muhammadiyah, tidak hanya dalam berdakwah Islam, namun memperkenalkan Muhammadiyah dengan cara berpikir Muhammadiyah. Bersifat tidak memecah belah dan tetap eksis sekaligus berkemajuan”, tandasnya. 
 
Berikut daftar nama dai yang diterjunkan ke daerah 3T:
M
Shared:
Shared:
1