Pernyataan PP Muhammadiyah Terkait Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 29 September 2018 16:19 WIB

PERNYATAAN

PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

NOMOR 81/PER/I.0/B/2018

TENTANG

GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI PALU DAN DONGGALA

 

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM

 

Sehubungan dengan terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala provinsi Sulawesi Tengah maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan ini menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

 

  1. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas terjadinya musibah Tsunami di Palu dan Donggala seraya mendoakan untuk masyarakat yang menjadi korban semoga mereka yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah dan sakit semoga diberikan kesembuhan oleh Allah serta diberikan ketabahan dalam menjalani musibah.
  2. Muhammadiyah dan seluruh jajaran, khususnya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan para relawan kemanusiaan  di bawah koordinasi Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) dan kerjasama dengan MPKU, LazisMu, termasuk ‘Aisyiyah dan Organisasi Otonom lainnya serta Muhammadiyah setempat sudah siap bergerak membantu para korban. Kepada masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, untuk dapat membantu dan menyalurkan bantuan melalui LazisMu.
  3. Kepada Pemerintah agar lebih siap dan sigap menghadapi dan mengatasi bencana alam yang seringkali terjadi. Diperlukan peningkatan kuantitas dan kapasitas penanggulangan bencana, termasuk penyediaan early warning system yang melibatkan berbagai pihak seperti BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas, dan sebagainya. Dalam memberikan pernyataan hendaknya lebih mengutamakan langkah- langkah penanganan dan panduan bagi masyarakat, bukan pada penjelasan ilmiah yang berlebihan tentang terjadinya musibah.
  4. Kepada segenap warga Muhammdiyah dan masyarakat luas dihimbau untuk menggalang dukungan dana dan bantuan sebagai wujud kepeduliaan dan kesetiakawanan sosial untuk meringankan beban saudara-saudara sebangsa yang tengah mengalami musibah di Sulawesi Tengah tersebut.

Download pernyataan lengkapnya di sini

Shared:
Shared:
1