Haedar: Muhammadiyah Tidak Masuk ke Dalam Percaturan Politik Praktis

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 28 September 2018 14:59 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menegaskan bahwa Muhammadiyah secara organisasi tetap dalam kepribadian dan khittahnya, yakni tidak masuk ke dalam percaturan politik praktis.

“Karena secara sistem, politik praktis itu menjadi pekerjaan partai politik (parpol), bukan pekerjaan ormas manapun, jadi apa yang diambil Muhammadiyah itu telah sejalan dengan sistem politik modern,” jelas Haedar ketika ditemui selepas memberi keynote speech dalam acara Dialog Ideopolitor di Hotel Jayakarta Yogyakarta pada Jumat (28/9).

Dengan politik modern tersebut, menurut Haedar  Muhammadiyah telah memberi keleluasaan bagi anggotanya untuk menjadi pemilih yang cerdas, dan juga menjadi calon legislatif, dan juga tim sukses (timses ).

“Muhammadiyah telah memiliki mekanisme sendiri dan tentu harus diikuti oleh kader dan pimpinannya ketika menjadi caleg maupun timses,” terang Haedar.

Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa Muhammadiyah tidak abai terhadap pilpres dan pileg.

“Meskipun Muhammadiyah menyebut netral dalam posisi organisasi, tetapi kita ingin dan mendorong semua kader untuk berperan dalam politik, yang mana mereka bersetuju dan menuju  pada perjuangan politik, dan tentu semua ada etikanya, marwah, dan mekanisme yang telah diatur,” ujar Haedar.

Diakhir, Haedar juga berharap perbedaan politik di Muhammadiyah, umat islam, dan warga bangsa jangan membuat kita terpecah belah.

“Jangan sampai karena politik kita menjadi bermusuhan dan saling membenci, lalui lah dinamika politik ini dengan gembira baik sesame umat, dan warga bangsa,” pungkas Haedar. (adam)

Shared:
Shared:
1