Asosiasi Islam Cina Jajaki Peluang Kerjasama dengan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 26 September 2018 22:31 WIB
MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA - Menerima kunjungan dari delegasi Ethnic and Religious Commission and China Islamic Association pada Rabu (26/9), Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan siap bekerjasama dalam mengembangkan produk halal.
 
Delegasi yang datang dari asosiasi muslim Cina, sekaligus mewakili komisi etnik dan agama Pemerintah RRC wilayah Guangdong tersebut ditemui oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bachtiar Effendi, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Suyatno, dan unsur Majelis Tabligh PP Muhammadiyah.
 
Ketua delegasi, Wang Wenjie menyatakan keinginannya untuk menjalin kerjasama dalam bidang pengembangan produk halal, pertukaran pelajar, dan pengiriman da'i oleh Muhammadiyah. Wenjie menyatakan bahwa Pemerintah RRC memberi ruang yang luas dalam pengembangan ketiga hal tersebut.
 
Menanggapi Wenjie, Suyatno menyatakan hal yang positif. Beberapa universitas milik Muhammadiyah sendiri seperti UMY, UMM, UMS, UAD dan yang lainnya sudah menjalin kerjasama pertukaran pelajar dengan RRC.
 
"Kita melihat ada potensi untuk mengembangkan Islam melalui pertukaran pelajar," tegasnya.
 
Senada dengan Suyatno, Ketua PP Muhammadiyah Bachtiar Effendi menyatakan Muhammadiyah siap bekerjasama dalam pengembangan produk halal yang kian lama semakin strategis.
 
"Melalui laboratorium Universitas Muhammadiyah, kita dapat meniru konsep Universitas Chulalangkorn Thailand yang mengembangkan masalah halal-haram bukan hanya di tataran fikih, tapi sampai di masalah sains," pungkas Bachtiar. (affandi
Shared:
Shared:
1