Komitmen Lazismu Memberdayakan Masyarakat di Kawasan 3T

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 15 September 2018 12:14 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, KULUR - Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) bekerjasama dengan Badan Zakat Nasional (Baznas) pada Jumat (14/9) menggelar acara penutupan kegiatan ekspedisi zakat untuk Maluku yang bertempat di Lapangan Desa Kulur, Saparua, Maluku Tengah.

Direktur Utama Lazismu Pusat, Hilman Latief menyatakan bahwa Muhammadiyah melalui Lazismu berkomitmen untuk melanjutkan Ekspedisi Zakat ke empat di Kepulauan Maluku.

Hal ini dikatakan Hilman karena jumlah warga di Kepulauan Maluku yang sangat membutuhkan kesejahteraan cukup besar.

“Sangat penting untuk membicarakan keberlanjutan program, melihat sebagian besar wilayah di Kepulauan Maluku masuk dalam program prioritas pemerintah yang disebut 3T (tertinggal, terpencil dan terbelakang),” tutur Hilman ketika ditemui selepas penutupan kegiatan ekspedisi ketiga zakat untuk Maluku.

Ekspedisi Zakat di Maluku dari pertama hingga ke tiga resmi ditutup, hasil kerjasama dengan Baznas. Program yang dijalankan sendiri oleh Lazismu menurut Hilman akan terus berjalan.

“Kami akan terus mengajak lembaga-lembaga lainnya untuk bersama-sama memberikan kontribusi untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya yang berada di Maluku,” imbuh Hilman.

Dijelaskan Hilman menyejahterakan warga di Kepulauan Maluku yang merupakan wilayah 3T merupakan proyek jangka panjang. Perlu kerja sama dan sinergi banyak pihak untuk menjalankan program ini.

"Untuk programnya akan seperti apa akan kita diskusikan lagi," kata Hilman.

Hilman juga menuturkan berdasar putusan Muktamar di Makassar 2015, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus mengurangi kesenjangan di daerah-daerah 3T, salah satunya yakni di Maluku.

Sekadar diketahui, program ekspedisi Lazismu untuk Maluku ini tidak hanya menyasar kepada masyarakat muslim yang ada di Maluku, namun juga kepada masyarakat non muslim, salah satunya dengan memberikan bantuan berupa solar cell untuk gereja yang ada di daerah pedalaman Maluku.

“Islam bukan hanya rahmatan lil muslimin, tetapi juga rahmatan lil alamin, dan Muhammadiyah ingin membawa wajah Islam yang terbaik, dan memiliki rasa empati yang tinggi kepada saudara-saudara kita yang non muslim,” pungkas Hilman. (adam)

Shared:
Shared:
1