Lestarikan Bahasa Sampit, STKIP Muhammadiyah Sampit Berhasil Masuk 10 Besar PIMNAS ke 31

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 03 September 2018 12:12 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SAMPIT - STKIP Muhammadiyah Sampit menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berhasil masuk ke dalam 10 besar Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke 31 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tanggal 28 Agustus hingga 2 September 2018. Kegiatan ini diikuti 1.523 mahasiswa dari 136 perguruan tinggi se Indonesia. 

STKIP Muhammadiyah Sampit berhasil peroleh 1  medali emas di lomba presentasi dan 1 medali perak di lomba poster pada Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Masyarakat.

Program Kreativas Mahasiswa yang diusung oleh mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit adalah pengabdian masyarakat yang benar-benar lahir dari persoalan yang ada di masyarakat.

Yakni pelestarian bahasa Sampit "Uluh Tabela Paduli Basa Itah" (Anak muda yang peduli terhadap bahasa daerahnya).

Disampaikan Gita Anggraini, selaku dosen pembimbing, program ini adalah upaya anak muda untuk melakukan konservasi terhadap bahasa Sampit yang terancam punah.

“Mayoritas anak muda di Kota Sampit sudah tidak mengenal lagi bahasa Sampit. Bahkan banyak yang tidak tahu kalau bahasa Sampit itu ada,” ujar Gita ketika dihubungi redaksi muhammadiyah.or.id pada Senin (3/9).

Hal ini yang menggerakan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sampit untuk melakukan tindakan konservasi.

“Melalui program ini, banyak anak muda yang mulai tertarik untuk mengenal dan belajar kembali bahasa Sampit. Saat ini telah terbentuk komunitas "Anak Muda yang Peduli terhadap bahasa daerah" di Sampit,” jelas Gita.

Selain itu, program ini juga didukung penuh oleh pemerintah setempat sehingga keberlanjutan program dapat terus terjaga.

“Yang paling utama dari pengabdian masyarakat adalah menjawab persoalan di masyarakat dan keberlanjutan program setelah kegiatan PKM selesai. Mungkin ini yang menjadi keunggulan tim "Uluh Tabela Paduli Basa Itah”,” imbuh Gita.

Gita berharap ke depan program konservasi bahasa Sampit ini dapat terus berjalan dan diikuti oleh program-program lainnya, yang tidak hanya terbatas pada kegiatan PKM saja,

“Sehingga bahasa Sampit dapat terus lestari. Insyaallah akan dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara STKIP Muhammadiyah Sampit dengan pemerintah setempat terkait dengan program-program konservasi bahasa Sampit,” tutur Gita.

Gita juga berharap bagi para mahasiswa pemenang PIMNAS semoga tidak jumawa dan berpuas diri.

“Terus belajar dan mengabdikan diri di masyarakat, karena kemenangan tanpa manfaat bagi umat tidak ada artinya,” pungkas Gita.

Kelompok PKM tersebut beranggotakan Winarti dari Prodi Pendidikan Ekonomi, Dwi Maulina Permata Sari dari Prodi Pendidikan Ekonomi, Edi Prasetyo dari Prodi Pendidikan Ekonomi, dan Fauzi dari Prodi BK. Sedangkan perguruan tinggi yang berhasil masuk ke dalam 10 besar PIMNAS ke 31 diantaranya, UGM, Universitas Brawijaya, UNDIP, UI, UNY, ITS, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, UNAIR, STKIP Muhammadiyah Sampit, dan terakhir UNNES. (adam)

Shared:
Shared:
1