Masta UMP Wujudkan Gerakan Intelektual Profetik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 27 Agustus 2018 11:40 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOKERTO – Masa Taaruf (Masta) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (UMP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) diharapkan menjadi pintu masuk gerakan intelektual profetik bagi mahasiswa baru.

Massta yang dibuka langsung oleh Syamsuhadi Irsyad, Rektor UMP di dampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik Anjar Nugroho, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Joko Purwanto, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni  Aman Suyadi. 

“Saya berharap, mahasiswa harus menjadi seorang intelektual profetik yang haus dengan ilmu,”  jelas Rektor saat pembukaan di kampus UMP, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (24/8).

Rektor menjelaskan gerakan Intelektual profetik adalah gerakan yang mempertemukan nalar dan akal yang meletakan keimanan pada usaha pembebasan, pencerahan, pada prinsip - prinsip kemanusiaan universal.

Rektor juga menyampaikan selamat atas keberhasilan yang telah melampaui persaingan ketat dalam meraih tempat untuk belajar di UMP.

“Saudara adalah mahasiswa terpilih dari sekian banyak calon yang ingin kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, tidak semua calon mahasiswa yang berminat dapat diterima menjadi mahasiswa,” jelasnya.

Lebih lanjut Syamsuhadi mengatakan kampus ini (UMP) menyiapkan mahasiswanya untuk mempunyai pemikiran cemerlang, motivasi tinggi untuk perubahan, keluwesan dalam bergaul, dan berani melakukan terobosan, juga selalu menginginkan hal-hal baru dan mampu berpikir out of the box.

“Para mahasiswa baru, belajarlah dari para pendiri bangsa. Petiklah api perjuangan dari mereka. Saya yakin Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akan menjadi tempat belajar mahasiswa baru semua. Di IMM kalian akan di kader menjadi insan kamil,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua Panitia Ade Setiawan Risqi, yang juga mahasiswa prodi Psikologi menyampaikan apresiasi serta makna dari masta. “Selamat datang di kampus yang sarat prestasi dengan visi misi unggul, modern, dan islami. Dengan adanya masa taaruf kali ini diharapkan siap mengabdi dengan kokoh untuk dirinya sendiri yang bisa menggali, meningkatkan prestasi melalui akademik maupun non akademik,” jelas Ade Setiawan.

Sementara itu Koordinator Komisariat (KOORKOM) UMP IMMawan Cahyudi Dwi Sasmita mengungkapkan pembukaan masta 2018.

“Kalian yang awalnya siswa kini telah menjadi mahasiswa yang dibanggakan masyarakat. Dan saat ini peserta masta adalah mahasiswa, yang artinya tanggung jawab yang diemban lebih besar, peran mahasiswa untuk kemajuan bangsa ini sangat besar, maka berikan kontribusi untuk bangsa ini dengan adanya moment ini, semoga bisa dimanfaatkan” kata Cahyudi.(Syifa)

Sumber : Tegar Humas UMP

 

Shared:
Shared:
1