MPM PP Muhammadiyah Gelar Kurban Bersama Difabel

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 24 Agustus 2018 04:40 WIB
MUHAMMADIYAH. OR. ID, SLEMAN- Menempatkan difabel selalu sebagai obyek dari kegiatan sosial masyarakat saat ini harus mulai diubah. Karena secara tidak sadar hal itu menjadi tindakan diskriminatif terhadap mereka.
 
Berangkat dari pemahaman tersebut Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah menyelengarakan kurban bersama kelompok dampingan khusus difabel pada Rabu (23/08), bertempat di Mushola al Fallah, Kanoman, Gamping-Sleman,  Kelompok dampingan tersebut diantaranya, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Akses Kemandirian (BANK) Difabel Ngaglik dan kelompok Gala Difabel Gamping (GADING). 
 
Terselengaranya acara ini merupakan upaya dari MPM  untuk menciptakan pola relasi sosial yang inklusi bagi setiap masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Ma’ruf, Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah.
 
“Selain memperkuat tali silaturahim dan persaudaraan, diselengarakannya potong hewan kurban bersama difabel bertujuan untuk menempatkan difabel bukan hanya sebagai obyek dari masyarakat, tetapi juga sebagai subyek," ucap Ma'ruf. 
 
Momen Hari Raya Idul Adha pada tahun ini juga dimanfaatkan sebagai upaya untuk memperkenalkan masyarakat inklusi, bukan hanya lingkungannya melainkan juga relasi sosialnya. Dalam kegiatan ini difabel tidak hanya berpangku tangan, tetapi mereka benar-benar turut aktif dalam terselengaranya acara potong hewan kurban. 
 
“Mereka (red, difabel) memang sebagai pelaku dari acara ini, mulai dari penggalangan hewan kurban, pengambilan, sampai hal-hal teknis dilapangan. Akan tetapi memang ada beberapa hal yang kita tetap perlu melibatkan orang luar," imbuh Ma’ruf.
 
Acara yang bertema Kemuliaan Kurban Bersama Difabel berhasil memotong kurang lebih 27 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Hewan kurban tersebut didapatkan dari beberapa pihak yang memiliki kemampuan untuk berkurban. Daging hasil pemotongan kemudian dibagikan kepada 300 lebih Kepala Keluarga yang berhak menerima, di dalamnya termasuk keluarga difabel dan tim pembantu acara tersebut.
 
Diakhir, Ma' ruf berharap, kedepan pandangan dan perilaku masyarakat kepada kelompok-kelompok difabel bisa berubah, pandangan tersebut diharapkan bisa menipiskan perbedaan diantara masyarakat. 
Sumber: A'an
Shared:
Shared:
1