Salurkan Hewan Kurban, Muhammadiyah Sembalun Turut Edukasi Warga Pengurangan Penggunaan Plastik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 23 Agustus 2018 18:45 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LOMBOK - Kebahagiaan Idul Adha khas dengan tradisi makan masakan hasil olahan daging kurban turut dirasakan korban bencana gempa bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui hewan kurban dari Lazismu dan MDMC PP Muhammadiyah, korban gempa bumi di lereng gunung Rinjani, tepatnya desa Sembalun, kabupaten Lombok Timur pun merasakan kebahagiaan yang sama.

Ada 2000 jiwa menerima hewan kurban. Pembagiannya, sebut ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sembalun Misnardi  akan diserahkan pada masing-masing posko. Yang menarik, daging hewan kurban ini tak dibungkus dengan kantong plastik. Sesuai imbauan PP Aisyiyah, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, PCM Sembalun menggunakan ikat dari bambu untuk mengikat daging.

"Kami melaksanakan himbauan PP Aisyiyah untuk mengurangi penggunaan plastik. Ini juga bagian dari kampanye yang kita lakukan untuk mengurangi plastik, juga lebih aman karena menggunakan bambu," imbuh Misnardi seperti dikutip dalam rilis yang diterima redaksi pada Rabu (22/8).

Desa Sembalun menyembelih empat ekor sapi dan dua ekor kambing. Hasil penyembelihan hewan tersebut, menurut Misnardi akan dibagikan sesuai posko-posko di wilayah Sembalun.

"Ada tiga dusun yang akan menerima hewan kurban dari PP MDMC, yakni Sembalun, Sajang, dan Karia. Di luar desa Sembalun, kami juga akan bagikan ke desa Sembalun Timba Gading dan Sembalun Lawang. Kami akan membagikan sesuai data jumlah penduduk yang masuk," ujarnya.

Sementara itu, kepala desa Sembalun Harmini menyambut positif relawan yang hadir ke desa Sembalun selama masa tanggap bencana ini. “Relawan MDMC maupun relawan lain sangat tangguh begitu terjadi gempa. Langsung keliling menyisir masyarakat yang masih di dalam rumah atau tenda supaya mencari tempat berlindung,” ungkapnya.

Dari gempa bumi ini, Harmini mengaku banyak hikmah yang dapat diambil. Ia berharappada seluruh masyarakat Sembalun menjadikan gempa bumi ini sebagai momentum pembelajaran dan pendekatan diri pada Sang Pencipta.

"Mungkin dalam keseharian kita, banyak perilaku yang kurang berkenan, mari kita perbaiki bersama. Ini salah satu bentuk teguran juga dari Tuhan," harapnya.

Sumber: (isna)

Shared:
Shared:
1