Bekerjasama dengan PABMI, RS ‘Aisyiyah Padang Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 12 Agustus 2018 17:50 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PADANG --  Menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-73, Rumah Sakit ‘Aisyiyah Padang berkerjasama dengan Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial (PABMI) Indonesia memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori operasi serentak bibir sumbing di 17 rumah sakit, dan di delapan provinsi yang ditangani 45 dokter gigi spesialis. 

Total sebanyak 246 pasien di Indonesia mendapat operasi bedah mulut dan dinding mulut secara gratis. Kegiatan bakti sosial bertajuk Senyum Kemerdekaan ini bertujuan mengurangi jumlah penderita bibir sumbing dan mereka bisa tersenyum ceria.

Ketua PABMI (Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia) Sumbar, Harvindo Nismal mengatakan, bibir sumbing merupakan sebuah kondisi cacat khusus, yang menyebabkan ketidaksempurnaan pada struktur bibir atau bagian langit-langit mulut. Akibat kondisi ini, biasanya penampilan wajah dan fungsi bibirnya terganggu, terutama dalam hal suara. Gangguan ini membuat penderita merasa rendah diri dan tidak mau bergaul.

"Faktor utama penderita penderita ini adalah, bayi dalam kandungan kekurangan gizi dalam tiga bulan pertama. Akibat kurangnya asupan gizi pada ibu yang mengandung, membuat bayi mengalami kecacatan, salah satunya sumbing bibir dan langit-langit," papar dia. 

Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat, Shofwan Karim Elhusein yang turut menghadiri launching operasi bibir sumbing serentak turut memberikan apresiasi tinggi kepada RS ‘Aisyiyah Padang karena terus berkiprah di bidang kesehatan dan kemanusiaan.

"Muhammadiyah di dalamnya Ortom dan AUM sebagai perpanjangan tangannya, AUM dan ortom seperti organisasi perangkat daerah di pemerintahan, jadi apapun kegiatan ortom dan AUM adalah juga kegiatan Muhammadiyah," tegasnya.

Khusus operasi bibir sumbing, lanjutnya, ini sebuah kegiatan kemanusiaan yang luar biasa yang patut diapresiasi, karena merupakan bagian dakwah Muhammadiyah agar masyarakat bisa keluar dari penderitaaan bibir sumbing.

"Muhammadiyah memandang masyarakat perlu keluar dari penderitaan itu dengan melakukan operasi bibir sumbing," imbuhnya

Hal senada juga disampaikan Ketua TP-PKK Padang Harneli Bahar Mahyeldi mengatakan Rumah Sakit Aisyiyah Padang tidak hanya membanggakan bagi Kota Padang karena pengabdian luhur di bidang kesehatan.

"Warga Kota Padang diminta untuk tidak lagi percaya bibir sumbing merupakan takdir yang tidak bisa dirobah, namun sebuah penyakit yang bisa disembuhkan," tutupnya.

Sumber: (RI)

Shared:
Shared:
1