Muhammadiyah Dirikan Pimpinan Cabang Istimewa di Maroko

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 08 Agustus 2018 15:08 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAROKO - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat pengesahan pendirian Cabang Istimewa Muhammadiyah di negara Kerajaan Maroko melalui surat keputusan bernomor 164/KEP/I.0/B/2018 pada tanggal 7 Juli 2018. Pendirian Cabang Istimewa Muhammadiyah Maroko tersebut juga ditindaklanjuti oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan pengesahan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko periode 2018-2020.

Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, diputuskanlah Ahmad Luqman Hakim sebagai Ketua PCIM Maroko. Luqman merupakan alumni program S2 Universitas Mohammad V kota Rabat, Maroko. Anggota PCIM Kerajaan Maroko ini sendiri beranggotakan mahasiswa dan warga negara Indonesia yang bermukim di Maroko.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyambut baik pendirian PCIM Maroko. Mu’ti berharap PCIM Maroko dapat menjadi sarana silaturrahim diantara warga PCIM untuk meningkatkan soliditas anggota dan meningkatkan prestasi akademik bagi para mahasiswa.

“PCIM Maroko diharapkan juga dapat menjadi sarana dakwah Islam yang berkemajuan di kalangan umat Islam dan masyarakat di Maroko,” harap Mu’ti ketika dihubungi pada Rabu (8/8).

Selain itu, PCIM Maroko diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa Muhammadiyah yang akan melanjutkan studi ke Maroko dan membangun jejaring Muhammadiyah dengan Pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat Maroko.

Senada dengan Mu’ti, Ketua PCIM Maroko, Luqman, mengatakan, hadirnya PCIM Kerajaan Maroko ini dapat menjadi wadah kegiatan anggota Muhammadiyah agar lebih terstruktur dan bisa menjadi sarana dakwah islam bagi WNI dan warga Maroko pada umumnya.

“PCIM Kerajaan Maroko akan berperan aktif dalam mewujudkan misi Islam berkemajuan di negeri seribu Benteng ini,” imbuh Luqman.

Selain itu, PCIM Kerajaan Maroko juga akan berperan sebagai perpanjangan tangan PP Muhammadiyah dalam skala internasional, khususnya melalui kerjasama luar negeri dengan perguruan tinggi dan instansi terkait di Kerajaan Maroko.

“Kedepan kita berharap Maroko akan menjadi salah satu negara tujuan belajar mahasiswa dan kader Muhammadiyah di Indonesia,” ucap Luqman.

Sekadar diketahui, dalam sejarah, negeri matahari terbenam ini telah berhasil melahirkan ulama-ulama besar dari berbagai disiplin ilmu. Sebut saja Imam as Sonhaji, ulama bidang nahwu, pengarang kitab Al Jurumiyah. Kemudian Abid Al-Jabiri, dan Toha Abdurrahman di bidang ilmu pemikiran Islam. Selain itu, Maroko kemudian juga terkenal sebagai sumber dari bidang ilmu maqoshid syari’ah. (adam)

Sumber: Ziyan Al Ghifari

Shared:
Shared:
1