Pimpinan PTM Harus Miliki Nilai untuk Diteladani

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 07 Agustus 2018 15:34 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengadakan “Leadership Training Pimpinan PTM” angkatan ke-dua dengan tema "Strategi Perubahan Menghadapi Era Disrupsi" pada tanggal 6-12 Agustus 2018 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta. Kegiatan tersebut, diikuti oleh 37 para pimpinan PTM.

Disampaikan Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, latar belakang pelaksanaaan kegiatan ini adalah karena kaderisasi pemimpin di PTM yang masih kurang baik. Majelis Diktilitbang ingin menyiapkan kader pimpinan PTM yang punya kapasitas sebagai bagian dari proses regenerasi dan kaderisasi.

“Kami bergerak untuk menciptakan pemimpin yang tidak hanya punya kapasitas, tapi juga berkarakter, setidaknya memiliki 4 karakter seperti yang dipaparkan Rasulullah Saw yakni jujur, amanah, tabligh (kemampuan berkomunikasi) sebagai soft skill yang paling utama, dan terakhir adalah fathanah (cerdas dan pintar),” kata Lincolin.

Lincolin mengatakan, pemimpin wajib memiliki sifat jujur. Di lingkup PTM misalnya, pemimpin harus jujur dalam mengelola keuangan PTM.

“Yang paling penting adalah jujur, punya sikap dan karakter yang baik, sehingga akan mampu membawa kemajuan bagi PTM dan persyarikatan,” kata Lincolin.

Turut hadir dalam agenda itu, Dahlan Rais, Ketua PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya, Dahlan mengatakan bahwa  perihal kempimpinan dengan merujuk pada semboyan Jawa yakni ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karsa dan tut wuri handayani, para pemimpin harus punya nilai untuk diteladani.

“Pemimpin harus memiliki karakter unggul tertentu yang membedakan sosok satu dengan yang lain. Pemimpin juga harus menjadi teladan. Untuk menjadi teladan, setidaknya pemimpin harus berada di atas rata-rata,” kata Dahlan.

Dahlan berpesan, ketika kita merasa demikian kecil, kita harus lihat dalam diri kita, nilai apa yang membuat kita "plus", karena orang memiliki kelebihan masing masing.

“Pemimpin itu ada yang dilahirkan, tapi ada juga yang tumbuh karena dibina dan dididik dengan sedemikian rupa sehingga menjadi pemimpin yang teladan, dan tugas kita selain memimpin diri sendiri, juga membina persyarikatan ini agar semakin berkemajuan,”katanya. (nisa)

 

Shared:
Shared:
1