Hadiri Tabligh Akbar di Desa Sirau, Haedar Sampaikan Kunci Meraih Ridho Allah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 05 Agustus 2018 15:31 WIB
MUHAMMADIYAH. OR. ID, SIRAU - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Ahad (5/8) menghadiri silaturahim dan tabligh akbar jama'ah ta'lim Al-islam di Desa Sirau, Kemranjen, Banyumas. 
 
Dalam tausyiahnya Haedar mengatakan, sebagai umat islam kita harus mempunyai tujuan hidup.
 
"Tujuan hidup kita ialah meraih ridho dan karunia Allah SWT, ridho dan karunia menjadi karcis kita diterima di surga," ucap Haedar dihadapan ribuaan jamaah yang hadir. 
 
Haedar juga menambahkan, bahwa ridho Allah itu mahal, bagaimana pun juga kita harus merebut ridho dari Allah. 
 
"Salah satu ridho Allah itu berada di tangannnya orangtua, dan marahnya Allah juga berada di tangan orangtua. Sehingga, untuk meraih keridhoan Allah, kita harus menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtua," imbuh Haedae. 
 
Selain itu, untuk meraih ridho Allah, kita juga harus menerapkan empat hal dalam diri kita, pertama, mendekatkan diri pada Allah, yakni dengan cara beribadah. 
 
"Jika kita ingin meraih ridho Allah, maka tunaikan lah tanggung jawab kita, yakni beribadah kepada Allah. Tidak ada satu gerak pun dari tubuh kita yang tanpa nilai ibadah," jelas Haedar. 
 
Makna ibadah sendiri yakni menggerakan diri untuk menjalankan perintah Allah, dan menjauhi larangannya. Selain beribadah, manusia juga memiliki tugas khusus, yakni menjadi kholifah. 
 
Kedua, jadilah umat terbaik (khairu ummah), salah satunya dengan ber amaliah duniawiyah.
 
"Kita bersihkan, dan luruskan niat kita, yakni dengan bertauhid kepada Alllah. Kita harus memurnikan ibadah, juga kekhusyukan dalam ibadah, salah satunya dengan hadirnya hati saat kita shalat," ucap Haedar. 
 
"Karena orang yang shalatnya baik akan tercegah dari keburukan dan kemunkaran, dan orang yang shalatnya baik maka ucapannya pun akan baik," tambah Haedar.
 
Ketiga, memperbaiki akhlak kita, salah satunya dengan mempererat tali silaturahim dan mengurangi rasa marah, dan benci dengan sesama. 
 
Keempat, kita harus memperbaharui kehidupan dalam bermuamalah.
 
"Jika umat islam ingin menjadi khairu ummah, umat islam harus maju. Kita harus terus berperan dalam membangun bangsa untuk maju, yakni dengan membangun pusat-pusat keunggulan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi," pungkas Haedar.
Shared:
Shared:
1