Tim Medis Muhammadiyah Berikan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban Gempa Lombok

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 05 Agustus 2018 06:18 WIB
MUHAMMADIYAH. OR. ID LOMBOK- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama LazisMu mendirikan pos koordinasi tanggap darurat gempa bumi di Desa Sajang Kecamatan Sembalun.
 
Di posko ini, tim medis memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur sejak 30 Juli 2018. Tim Medis Muhammadiyah terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, dan perawat gabungan dari RS Muhammadiyah Lamongan dan RS PKU Muhammadiyah Bima. 
 
Dilaporkan dr. Muhammad Aliansyah dari RS PKU Muhammadiyah Bima , selama masa tanggap darurat, tim medis menangani beberapa kasus kesehatan pasca gempa bumi kepada anak-anak dan orang dewasa.
 
dr Muhammad juga menerangkan bahwa kebanyakan pengungsi masih mengalami trauma dan cemas akibat gempa susulan yang terus terjadi di Lombok.
 
“Sejauh ini pengobatan yang dilakukan karena efek-efek yang ditimbulkan oleh perasaan cemas dan khawatir dari masyarakat akan terjadinya gempa,” ujar dokter yang biasa dipanggil dr. Mamat ini seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima redaksi pada Sabtu (4/8).
 
Dijelaskan oleh dr. Mamat, lokasi pelayanan medis yang dilakukan berdasarkan hasil asesmen mahasiswa UMY yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Sembalun. 
 
Tim Medis Muhammadiyah juga menemukan beberapa kasus ISPA pada beberapa warga terdampak, khususnya anak-anak karena faktor cuaca dan udara yang dingin. 
 
"Sejauh ini, masyarakat masih tinggal di tenda darurat karena belum berani untuk kembali ke rumah masing-masing," terang dr Mamat. 
 
Untuk menjangkau wilayah di Desa Sajang yang warganya belum ditangani, Tim Medis Muhammadiyah melakukan pelayanan kesehatan bergerak, antara lain di Dusun Bawaq Nao Lauk, Dusun Bawaq Nao Daya, dan Kampung Karya. 
 
“Kebutuhan obat di posko Desa Sajang sebagian besar cukup terpenuhi dari posko induk, hanya beberapa kebutuhan obat seperti obat anti muntah untuk anak yang masih kami cari untuk pelayanan disini,” tutup dr Mamat. 
 
Sumber: Arif Jamali
Shared:
Shared:
1